Siapkan Belanja Modal Jumbo, Ini Rencana Bisnis Barito Pacific hingga 2025

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai USD 8,34 miliar, setara Rp 112 triliun (Kurs 14.009 per USD). Belanja modal tersebut akumulasi untuk pembiayaan proyek BRPT lima tahun mendatang.

Direktur PT Barito Pacific Tbk David Kosasih menuturkan, belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan tiga proyek strategis perseroan. Antara lain proyek pembangkit listrik Jawa 9 & 10, pengembangan kompleks petrokimia Chandra Asri Petrochemical II (CAP II), dan pengembangan unit eksplorasi baru Salak Binary.

"Beberapa tahun ke depan kita memiliki target pertumbuhan yang jelas. Di antaranya adalah pengembangan unit eksplorasi baru dari Star Energy yaitu Salak Binary. Ini adalah kapasitas pengembangan sebesar 15 MW yang kita harapkan selesai di 2022,” kata David dalam diskusi virtual, Sabtu (6/2/2021).

Adapun total pembiayaan proyek pembangkit listrik Jawa 9 & 10 sebesar USD 3,3 miliar. Sementara pengembangan CAP II USD 5 miliar, dan Salak Binary sebesar USD 40 juta.

"Jawa 9 & 10 (selesai) di 2025, dan saat ini sedang dalam tahap persiapan untuk pabrik petrokimia kompleks yang kedua. secara desain nanti kapasitasnya lebih besar dari kompleks yang pertama kurang lebih 15 persen lebih besar. saat ini masih dalam tahap persiapan, secara timeline itu kita harapkan realisasi dan selesai di 2025,” kata David.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

Belanja Modal Barito Pacific dalam 5 Tahun

Sebelumnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai USD 8 miliar, setara Rp 112 triliun (Kurs 14.009 per USD). Rencanaya, angka ini merupakan akumulasi untuk pembiayaan proyek BRPT lima tahun mendatang.

Presiden Direktur PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Agus Salim Pangestu menuturkan, proyek-proyek tersebut diantaranya adalah proyek pembangkit listrik Jawa 9 & 10 dengan biaya sebesar USD 3,3 miliar.

Proyek ini dibiayai dengan pendanaan proyek terbatas jangka panjang yang kompetitif dengan basis rasio hutang terhadap ekuitas 75:25, sejalan dengan proyek ketenagalistrikan Indonesia.

"Barito ke depan (secara) kumulatif (untuk proyek) Jawa 9 & 10 maupun untuk CAP II, total capex kita lima tahun ke depan mencapai USD 8 miliar,” kata Agus dalam diskusi virtual, Sabtu, 6 Februari 2021.

Adapun konstruksi proyek Jawa 9 & 10 telah dimulai sejak Oktober 2020. Sementara, perseroan melalui anak usaha PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) tengah mengembangkan kompleks petrokimia Chandra Asri Petrochemical II (CAP II) di Cilegon dengan luas lahan 200 hektar. Untuk proyek CAP II diketahui membutuhkan investasi hingga USD 5 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini