Siber Polri: Awas Penipuan Berkedok WhatsApp Lewat SMS

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Siber Polri memperingatkan masyarakat Indonesia agar tak mudah tertipu dengan SMS yang mengatasnamakan pihak WhatsApp.

Pesan peringatan ini disampaikan Siber Polri via akun Instagram resminya, @ccicpolri. Mereka menampilkan infografis sederhana yang bertajuk "Hati-Hati Penipuan Berkedok WhatsApp Kembali Beredar".

Pantauan Tekno Liputan6.com, Senin (3/5/2021), dalam SMS penipuan itu berisi "WhatsApp Ramadhan No/WA Anda terpilih mendapatkan hadiah Rp 175 juta..." yang disertakan dengan tautan.

Siber Polri mengimbau, jika menerima pesan tersebut maka sebaiknya jangan meng-klik tautan yang dicantumkan.

"Mengingat pesan tersebut tidak dikirimkan langsung oleh pihak WhatsApp, ada kemungkinan tautan akan menjebak konsumen seperti kasus phishing yang banyak terjadi," tulisnya sebagai keterangan infografis di Instagram.

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Apa Itu Phishing?

Ilustrasi phishing.
Ilustrasi phishing.

Phishing biasanya dilakukan pelaku dengan berpura-pura menjadi orang lain (biasanya perusahaan besar) dan berusaha mengelabui korban untuk mendapatkan informasi pribadinya.

Phishing masih menjadi ancaman nyata mengingat kerap memanfaatkan teknik yang semakin canggih. Terlebih, penipuan dan berita bohong kini berkembang semakin nyata.

Sejumlah bentuk phishing yang biasa digunakan adalah pesan teks, email, profil media sosial, unggahan, termasuk situs web palsu.

Biasanya, pelaku akan mengirimkan pesan yang seolah-olah berasal dari perusahaan ternama atau seseorang yang dikenal.