Sidak Hari Pertama Kerja, Wali Kota Makassar Temukan ASN Bolos 6 Bulan

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memeriksa kehadiran seluruh pegawai lingkup pemerintah kota (Pemkot) pasca libur cuti bersama lebaran Idulfitri 1443 H.

Saat mengecek kehadiran pegawai, Danny Pomanto menemukan ASN Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Makassar yang sudah tidak pernah berkantor selama 6 bulan.

Danny mengaku sudah menerima laporan terkait adanya seorang ASN di Bakesbangpol Makassar bernama Koslan yang sudah tidak pernah berkantor selama 6 bulan.

Dia mengaku tindakan ASN tersebut sudah masuk kategori indisipliner dan menyerahkan kepada BKD dan Inspektorat untuk ditindaklanjuti.

"Itu sudah masuk indisipliner dan kita tindaki melalui BKD (BKPSDM) dan Inspektorat (untuk sanksi)," ujarnya usai melakukan sidak di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (9/5).

Berdasarkan hasil sidak di sejumlah kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Makassar, tingkat kehadiran pegawai pada hari pertama kerja pasca libur lebaran Idulfitri 1443 H mencapai 96 persen.

Dia mengaku ada pegawai usai apel pagi, banyak yang tidak berada di meja kerjanya. "Kehadiran bukan saja di lapangan, tapi harus di mejanya. Ini korektif," tegasnya.

Sementara terkait adanya surat dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Tjahjo Kumolo untuk penerapan Work From Home (WFH), Danny mengaku baru mengetahuinya tadi pagi. Namun pihaknya tetap akan menjalankan surat dari Menpan-RB tersebut.

"Jadi hari pertama kerja pada 9 Mei ini kita lakukan halal bihalal. Kemudian turun juga perintah untuk WFH. Jadi kita selesaikan dulu apel pagi, kita konsolidasi, diatur bagaimana WFH secara maksimal," kata dia.

Dia menegaskan, setiap OPD lingkup Pemkot Makassar harus membuat sistem WFH 50 persen bagi pegawainya. Hal tersebut, agar pelayanan publik kepada masyarakat tidak terganggu. "Saya sampaikan tadi WFH bukan berarti tidak bekerja, bekerja tapi di rumah," kata dia.

Sementara Kepala BKPSDM Makassar, Andi Siswanta Attas menambahkan, sistem WFH 50 persen akan berlaku mulai 9 sampai 31 Mei 2022. Penerapan WFH 50 persen tersebut berdasarkan perintah Kemenpan-RB.

"Suratnya baru saya terima kemarin malam. Jadi mulai hari ini tanggal 9 sampai 31 Mei akan dilakukan WFH," ucapnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel