Sidak ke Bandung, Panglima TNI Semangati Dokter yang Kena COVID-19

·Bacaan 3 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hari ini melakukan Inspeksi Mendakak (Sidak) ke dua tempat Isolasi Terpusat (Isoter) bagi pasien COVID-19 yang bergejala ringan di Bandung, Jawa Barat.

Dua tempat isolasi yang didatangi oleh Panglima TNI adalah RSUD Al-Ihsan dan Wisma Atlet Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Panglima TNI yang datang didampingi oleh Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidarus, serta Kabaharkam Polri Komjen Pol. Arief Sulistyanto disambut oleh Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna dan Direktur RSUD Al-Ihsan dr. Dewi Basmallah.

Di RSUD Al-Ihsan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sempat berkomunikasi dengan seorang dokter yang terpapar COVID-19, yaitu, dr. Tia.

Panglima TNI menjelaskan, bahwa kedatangannya ke Bandung yang kesekian kalinya itu secara khusus dilakukan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan Isoter di dua lokasi yang berada di wilayah Bandung dan memberikan semangat kepada dokter dan para pasien lainnya yang sedang menjalani isolasi.

“Semoga pengalaman bu dokter dapat menambah semangat bagi pasien lainnya supaya kuat menghadapi cobaan seperti yang Ibu dokter sudah hadapi. Saya juga mendoakan agar Ibu dokter segera sembuh dan segera keluar untuk bisa berdinas kembali karena masyarakat sangat membutuhkan tenaga kesehatan,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangan resminya, Sabtu, 24 Juli 2021.

Lebih jauh Panglima TNI menjelaskan, saat ini pemerintah sudah membuat kebijakan untuk membangun beberapa lokasi Isoter dan dilengkapi alat kesehatan. Nantinya, lanjut Panglima, TNI dan Polri juga akan mengerahkan tenaga kesehatan di tempat isolasi tersebut, serta akan melaksanakan tracer secara digital dan tracer di lapangan di setiap Kecamatan.

“Mudah-mudahan dengan aplikasi Silacak ini kegiatan tracing kita bisa tinggi, sehingga positif rate-nya bisa turun, saat ini masih 20 sampai 25 persen dan harapan kita bisa di angka 5 persen," ujarnya.

Usai mengunjungi RSUD Al-Ihsan, Panglima TNI dan rombongan kemudian melanjutkan kunjungannya ke Wisma Atlet Jalak Harupat. Di sana, Panglima TNI mengecek kesiapan fasilitas ruangan yang akan dijadikan salah satu tempat isolasi terpusat bagi pasien gejala ringan COVID-19 di wilayah Jawa Barat itu.

Orang nomor satu di lingkungan TNI itu menyampaikan, bahwa saat ini kasus aktif di Indonesia masih cukup tinggi, oleh sebab itu seluruh komponen harus bekerja bersama-sama secara serius untuk menangani pandemi COVID-19. “Ada beberapa yang harus dilakukan dalam menghadapi lonjakan kasus COVID-19 yaitu melaksanakan tracing kontak, vaksinasi dan yang terakhir melaksanakan pembagian obat,” kata Panglima.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI juga mengapresiasi kesiapan Pemerintah Daerah Jawa Barat yang telah mendirikan beberapa tempat isolasi terpusat di Kabupaten Bandung. Panglima TNI meyakini dengan adanya tempat isolasi terpusat itu dapat membantu tenaga kesehatan dalam penanganan terhadap pasien COVID-19.

“Hari ini saya melaksanakan pengecekan secara langsung lokasi Isoter di wilayah Bandung dan Alhamdulilah semuanya bisa berjalan dengan baik sesuai dengan harapan. Saya juga sudah melihat ruang ICU nya sudah ditambah jumlahnya,” kata Panglima TNI.

“Dengan adanya lokasi Isoter disetiap wilayah dapat membantu pasien Covid-19. Nantinya TNI-Polri akan membantu pelaksanaan vaksinasi dan tracing secara terus menerus dan masif, sehingga kita bisa menekan angka kasus positif ketingkat paling rendah,” tambahnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel