Sidak ke Kota Tangerang, Kementan Pastikan Stok Pangan Aman

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Penanggung Jawab (PJ) Banten di Kementan, Siti Munifah menuturkan hasil sidak diketahui stok bahan pangan di sana masih aman.

"Ketersediaan dan harga bahan pangan utama seperti beras, jagung, telur ayam, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, gula pasir dan minyak goreng masih aman. Setiap stakeholders harus bahu-membahu menjamin ketersediaan pangan agar kebutuhan masyarakat tak terganggu," kata Siti Munifah, Kamis (22/4).

Siti bersama tim Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggelar sidak di Pasar Anyar. Sidak tersebut merupakan ketiga kalinya di Banten. Sebelumnya, kegiatan yang sama juga dilakukan di Pasar Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang dan Pasar Induk Rau di Kota Serang. Tujuannya untuk memantau ketersediaan 12 bahan pangan pokok.

Agenda sidak PJ Banten Kementan tersebut bersamaan sidak Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, bersama tim dari Kementerian BUMN dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) didampingi Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang, Titien Mulyati.

Harga rata-rata 12 pangan pokok dalam satuan kg di Pasar Anyar Tangerang: beras IR I Rp11.000, beras IR II Rp10.000, gula pasir lokal Rp14.500, daging sapi Rp140.000, telur ayam broiler Rp26.000, tepung terigu Rp11.000, cabai merah keriting Rp30.000, cabai merah biasa Rp40.000, cabai rawit merah Rp30.000, cabai rawit hijau Rp36.000, bawang merah Rp35.000, bawang putih [banci] Rp28.000 dan bawang putih [cutting] Rp34.000.

Sementara daging ayam broiler Rp40.000 per ekor, telur ayam kampung Rp2.500 per butir, minyak goreng kemasan Rp22.000 dan minyak goreng curah Rp18.500 per liter.

Kementan terus memastikan stok pangan pokok di pasar aman, menyikapi trend peningkatan permintaan konsumen pada bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri 1443 H di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan kembali arahan Presiden Joko Widodo bahwa sinergi lintas Kementerian harus terus diperkuat, guna memastikan bahan pokok tersedia dan harganya terjangkau oleh masyarakat.

"Caranya? Perlancar distribusi dan dekatkan kebutuhan pangan dari daerah surplus ke daerah defisit sehingga tercukupi," kata Mentan Syahrul.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan jaminan ketersediaan pangan merupakan salah satu pilar yang menjadi fokus perhatian Kementan.

"Penting untuk harus terus menjamin kebutuhan pangan agar tak ada satu orang pun yang luput pemenuhan kebutuhan pangannya. Oleh karenanya, mari kita bahu membahu dalam hal swasembada pangan agar ketahanan pangan kita terjamin," kata Dedi. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel