Sidak ke Pasar, Gubernur Sulsel Klaim Harga Minyak Goreng Turun

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Inspektur Jenderal Nana Sudjana melakukan pemantauan harga pangan jelang hari raya Idulfitri di Pasar Terong Makassar, Kamis (21/4). Gubernur Sulsel yakin tidak akan terjadi lonjakan signifikan harga pangan menjelang lebaran Idulfitri.

Berdasarkan pemantauan, Andi Sudirman mengaku ada sejumlah bahan pangan yang mulai mengalami kenaikan, seperti daging ayam. Meski demikian, telur, daging sapi lokal, beras dan bahkan minyak goreng harganya mulai stabil.

"Ayam sedikit ada naik (harga). Minyak sudah mulai turun, ini kita cek ke distributornya itu sudah Rp14 ribu, memang ada kenaikan harga minyak goreng, tapi itu di toko kelontong," kata Andi Sudirman.

Andi Sudirman menjamin kestabilan harga pangan bisa terjaga hingga momen Idulfitri. Apalagi Sulsel merupakan provinsi penghasil beras dan telur.

"Iya kita optimis aja, yang penting suplai bagus. Kita sudah dikawal juga oleh pak kapolda," tuturnya.

Sementara itu, Nana Sudjana mengatakan sudah memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk mengawal stok dan kestabilan harga pangan. Ia menegaskan akan menindak pihak-pihak yang melakukan penimbunan sehingga membuat harga naik.

"Kami khususnya satgas pangan terus mengawal, kemudian memantau perkembangan sampai ke pasar. Dan Insya Allah pelaksanaan ini akan berjalan dengan baik khususnya pelaksanaan hari raya Idulfitri," tutur mantan Kapolda Sulawesi Utara ini.

Nana mengaku pemantauan harga dan penyaluran minyak goreng menjadi perhatian. Meski demikian, harga minyak goreng, khususnya curah mulai mengikuti yang ditetapkan pemerintah.

"Terkait masalah ketersediaan tadi, khususnya di minyak goreng bahwa sampai saat ini stoknya masih cukup," ucapnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel