Sidak Pasar, Ganjar Pastikan Minyak Goreng dan Harga Sembako Aman jelang Lebaran

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak di Pasar Wage Purwokerto, Banyumas. Dia mengecek stok kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran.

Ganjar melayani warga yang menyalaminya maupun meminta foto bersama, sembari menanyakan harga kebutuhan pokok kepada mereka dengan bahasa ngapak.

"Minyak goreng curah kepriwe? Ana apa ora? Ragane larang? (minyak goreng curah bagaimana? Ada tidak barangnya? Harganya mahal apa tidak)," katanya di lokasi, Jumat (22/4).

Dalam sidak itu, Ganjar menemukan suplai minyak goreng curah dari distributor dan agen untuk para pedagang pasar sudah berjalan lancar, namun masih dijatah. Selain itu, ada sejumlah harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan.

Harga minyak goreng curah juga sudah relatif mendekati harga eceran tertinggi (HET), yakni di kisaran harga Rp17 ribu sampai Rp18 ribu per kg.

"Saya lihat yang jadi problem minyak relatif sudah mulai terpenuhi, apalagi yang curah. Meskipun pembatasan kepada para pedagang kulakan, ya itu cara kontrol menurut saya bagus," kata Ganjar.

"Suplainya sudah mulai lancar, rata-rata pedagang akan membeli minyak curah harganya diangka Rp17 ribu sampai Rp18 ribu," lanjut Ganjar.

Selanjutnya, Ganjar mendatangi pedagang daging ayam ras dan mendapat informasi jika harganya masih stabil. Demikian pula dengan harga kebutuhan lainnya meskipun ada mengalami penurunan seperti cabai dan ada pula yang sedikit naik seperti bawang merah.

Adapun cabai mengalami penurunan harga. Ganjar menyebutkan, penurunan harga cabai terjadi karena panen dari petani cabai lumayan banyak.

Ganjar juga menemukan kenaikan harga yang cukup signifikan pada daging sapi karena mencapai Rp20.000, yakni dari semula yang sebesar Rp120.000 per kilogram menjadi Rp140.000 per kilogram di tingkat pedagang besar, sehingga pedagang di Pasar Wage menjualnya pada kisaran Rp150.000-Rp160.000 per kilogram mulai hari Jumat (22/4).

"Yang naik daging sapi, sudah ada pengumuman dan naiknya signifikan sampai Rp20.000 per kilogram. Katanya sapinya sulit, maka ini saya minta nanti dinas saya melakukan kontrol kenapa terjadi lonjakan cukup tinggi," kata orang nomor satu di Jateng itu.

Secara keseluruhan, Ganjar menjelaskan, stok dan harga kebutuhan pasar di Jawa Tengah ada yang harganya mengalami kenaikan, tetapi tidak sedikit juga yang menurun. Bagi Ganjar, yang terpenting adalah stoknya ada di pasar.

"Ada beberapa tempat yang naik dan ada yang turun terkait dengan suplai. Maka nanti kita akan pastikan, yang penting suplainya ada dulu. Kalau kita liat dari kebutuhan sih semua ada barangnya, tinggal harganya saja," ucap Ganjar.

Yatno, salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Wage berujar, hanya bawang merah yang mengalami kenaikan.

"Hari ini sih paling yang naik bawang merah naik Rp2.000 semua, dari Rp32 ribu sampe Rp34 ribu sekarang. Yang lain sih aman," ujar Yatno.

Penjual daging sapi Adapun Sarni juga mengatakan, harga daging sapi mengalami kenaikan Rp20 ribu, menjadi Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kg.

"Ya ada yang Rp150 ribu ada yang Rp160 ribu. Jadi ngga ada yang mau beli hari ini berkurang," pungkas Sarni.

Sidak pasar akan terus dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, untuk menjamin stok kebutuhan pokok di pasar aman. Selain itu, untuk menjamin harga kebutuhan pokok tetap stabil. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel