Sidak Pascalibur Lebaran, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Tegur ASN Tak Tahu Tupoksi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Medan Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi ke beberapa kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut pascalibur lebaran pada Senin, 17 Mei 2021.

Sidak dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari pertama kerja pascalibur. Sidak dimulai dari Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sumut, Jalan Wahid Hasyim.

Kemudian dilanjutkan ke Kantor Inspektorat Sumut, yang juga berada di Jalan Wahid Hasyim. Lalu ke Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Samsat Medan Utara, Jalan Putri Hijau, kKantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dan berakhir di Dinas Perkebunan, Jalan AH Nasution.

Di Kantor Dinas PKP, Gubernur Edy menegur seorang ASN karena tidak mengetahui tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) saat ditanya. Menurut Edy, ASN harus mengetahui tupoksinya. Gubernur Sumut meminta ASN tersebut mengantongi daftar tupoksinya setiap hari.

Gubernur Edy juga sering mengingatkan kepada para ASN Pemprov Sumut agar selalu mengantongi daftar tupoksi, sehingga dapat memahami tupoksinya dan menjalankanya dengan baik.

"Ini, pekerjaan kalian untuk rakyat. Jangan main-main," kata Edy.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Jiwa Korsa

Gubernur Edy juga menyoroti soal kerapian dan kesidiplinan ASN (Istimewa)
Gubernur Edy juga menyoroti soal kerapian dan kesidiplinan ASN (Istimewa)

Di Kantor Dinas PKP Sumut, Edy juga memberi arahan kepada seluruh ASN yang hadir. Antara lain, meminta para ASN bekerja dengan lebih baik lagi, serta loyal kepada pimpinan. Para ASN diminta juga memiliki esprit de corp (jiwa korsa).

"Ingat, jangan bikin jelek instansi," pesannya.

Edy juga menyoroti soal kerapian dan kesidiplinan ASN. Menurutnya, seragam seorang ASN harus rapi. Begitu pula dengan tempat kerjanya. Hal tersebut menandakan kesanggupan ASN dalam menjalankan tugas.

"Kalau pakaian saja tidak rapi, bagaimana menjalankan tugas, bagaimana menyejahterakan rakyat," ucapnya.

Edy juga menekankan, ASN harus melek teknologi. Sehingga tidak ketinggalan zaman. Teknologi yang saat ini ada seperti internet, laptop, ponsel pintar memudahkan pekerjaan.

Pelayanan Secara Daring

Pada sidak tersebut, Gubernur Sumut juga menemukan gedung Kantor Inspektorat dan Dinas PKP tidak rapi (Istimewa)
Pada sidak tersebut, Gubernur Sumut juga menemukan gedung Kantor Inspektorat dan Dinas PKP tidak rapi (Istimewa)

Di Kantor Pelayanan Samsat Medan Utara, Gubernur Edy melihat banyak masyarakat yang menunggu pelayanan buka di gerbang kantor. Ia meminta agar masyarakat tidak berlama-lama mengantre.

Edy meminta kepada Kepala UPT Samsat Medan Utara agar ke depan tidak lagi seperti itu. Ia mengharapkan ke depan pelayanan seluruhnya dilakukan secara daring. Ia juga meminta agar jam pelayanan dipercepat lagi.

"Ke depan jangan seperti ini lagi, coba buat perubahan. Kasihan masyarakat," ucap Gubernur Edy di UPT Samsat Medan Utara, Jalan Putri Hijau, Medan.

Pada sidak tersebut, Gubernur Sumut juga menemukan gedung Kantor Inspektorat dan Dinas PKP tidak rapi. Seperti, tanaman yang tidak terawat, cat gedung yang tidak bagus dan lain sebagainya. Karena itu, Gubernur meminta kepada kepala OPD tersebut untuk membenahinya.

"Bagaimana rumah masyarakat bisa bagus kalau kantor (Dinas PKP) tidak rapi," ujarnya.

Dikatakannya, ada beberapa pembinaan yang harus dilakukan Kepala OPD untuk instansinya. Mulai dari pembinaan fasilitas kerja, sumber daya manusia, hingga administrasi. Tanpa itu, instansi tidak akan maju.

"Itu baru pembinaan, tanpa ini, OPD tidak akan berkualitas," sebut Gubernur.

Evaluasi ASN

Mengenai sidak Gubernur Sumut, Kepala Dinas PKP Sumut, Supryanto, menyampaikan ada 5 pegawai yang tidak masuk kerja disebabkan sakit (Istimewa)
Mengenai sidak Gubernur Sumut, Kepala Dinas PKP Sumut, Supryanto, menyampaikan ada 5 pegawai yang tidak masuk kerja disebabkan sakit (Istimewa)

Terkait kehadiran ASN, Gubernur Edy menyebutkan masih ada beberapa ASN yang tidak hadir lantaran izin sakit dan masih work from home (WFH). Ada juga yang hadir, namun belum bekerja secara maksimal.

"ASN ini harus kita evaluasi, banyak yang hadir tapi main-main," kata Edy Rahmayadi.

Mengenai sidak Gubernur Sumut, Kepala Dinas PKP Sumut, Supryanto, menyampaikan ada 5 pegawai yang tidak masuk kerja disebabkan sakit. Pada hari pertama kerja usai lebaran pegawai PKP diwajibkan masuk.

"Kemudian setelahnya berlaku sistem kerja sebagian pegawai akan kembali bekerja dari rumah atau work from home," ucapnya.

Kepala UPT Samsat Medan Utara, Indra Utama menyampaikan, ada beberapa pelayanan yang sudah daring. Namun ada pula beberapa pelayanan yang dilakukan secara langsung, karena membutuhkan pengesahan secara langsung.

"Kami menerima masukan dari Pak Gubernur, dan ke depan akan ditindaklanjuti, demi memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat," tandasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel