Sidak, petugas temukan 80 butir narkoba di Rutan Solo

MERDEKA.COM. Petugas Rumah Tahanan (Rutan) kelas 1 Solo, Jawa Tengah, melakukan sidak dan menemukan 80 butir pil jenis diazepam. 80 Pil haram yang dibungkus plastik itu ditemukan di salah satu blok tahanan rutan.

"Kita temukan 80 butir pil jenis diazepam dalam plastik dan dalam kondisi teronggok di
salah satu sudut blok tahanan. Saat itu petugas pengamanan rutan melakukan inspeksi mendadak, sekaligus penyisiran ke sejumlah sudut blok tahanan," kata Kepala Satuan Pengamanan Rutan kelas 1 Solo, Beni Hidayat di Solo, Jumat (29/3).

Menurut Beni, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap para narapidana dan tahanan yang menempati ruang di sekitar ditemukannya pil tersebut. Namun tak ada satu pun yang mau mengakui. "Masih dilakukan pemeriksaan," ujar dia.

Beni menceritakan, penemuan obat yang biasa digunakan sebagai obat penenang tersebut berawal dari kecurigaan petugas rumah tahanan saat melakukan pemeriksaan terhadap dua tahanan yakni Dedi Susanto (31) dan Erwan (31) yang sebelumnya kedapatan menyimpan pil Kamplet di selnya.

Saat diperiksa memang cenderung janggal. Petugas rutan kemudian melakukan penyisiran dengan harapan ditemukan pil lainnya. Ternyata terbukti ditemukan. "Atas penemuan tersebut kami segera menyerahkan kepada kepolisian," ujarnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.