Sidang Adat Dayak, Thamrin Tamagola Mengaku Salah

Metrotvnews.com, Palangka Raya: Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Dr. Thamrin Amal Tamagola menghadiri sidang adat Dayak di Betang Nagnderang, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (22/1). Ia mengakui kesalahannya saat menjadi saksi ahli di persidangan kasus video mesum Nazril Ilham alias Ariel Peterpan.

"Saya mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada masyarakat Adat Dayak. Saya juga berjanji mencabut pernyataan penistaan itu," kata Thamrin Amal Tamagola saat diminta Ketua Majelis Hakim Adat untuk menyampaikan langsung melalui pengeras suara.

Sidang dihadiri Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Agustin Teras Narang, empat Deputy MADN dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat. Sidang juga berjalan aman dan tertib meski dihadiri ribuan masyarakat.

Panitia Pelaksana Sidang Adat Dayak, Ben Brahim S. Bahat menjelaskan sidang adat terhadap Thamrin Amal Tamagola bertujuan melindungi harkat dan martabat, penegakan hukum adat Dayak terhadap delegitimasi, demoralisasi, penistaan maupun penghinaan terhadap masyarakat Dayak.

"Penghinaan itu baik dalam bentuk perbuatan atau pernyataan lisan maupun tertulis oleh individu maupun pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Menurutnya, sebagai akibat dari pernyataan guru besar UI, Thamrin Amal Tamagola, dalam kasus sidang video mesum Nazril Ilham, sosialog tersebut membuat pernyataan dan keterangan, "Di kalangan masyarakat Dayak yang menganggap bersenggama tanpa ikat perkawinan sebagai hal biasa" dianggap melukai perasaan, merendahkan harkat dan martabat serta pelecehan terhadap Adat Istiadat Suku Dayak.

"Terkait masalah tersebut melalui Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), dilaksanakan persidangan yang diberi nama Persidangan Dayak Maniring Tuntang Manetes Hinting Bunu antara masyarakat Dayak dengan Thamrin," terangnya.

Diutarakannya, sidang itu sendiri merupakan pertama kali dilakukan dan sifatnya final dan mengikat. Untuk itu panitia berusaha semaksimal mungkin melaksanakan kegiatan MADN tersebut, karena disadari peristiwa Adat adalah sebuah momentum yang baik bagi masyarakat Adat Dayak menunjukkan kepada mata dunia.

"Masyarakat di tengah-tengah keanekaragamannya mampu menyatukan daya dan upaya untuk menunjukkan kekayaan maupun tingginya nilai budaya yang dimiliki masyarakat Dayak," tegasnya.

Kemudian, sambung dia, Suku Dayak memandang perkawinan merupakan sebuah nilai yang dijunjung tinggi, sehingga ada norma dan tata cara adat yang mengaturnya. Sesederhana apapun bentuk ikatan perkawinan maupun tata cara perkawinan yang dilakukan berdasarkan adat istiadat suatu suku bangsa.(Ant/BEY)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.