Sidang Habib Rizieq Digelar Virtual, Polri Tetap Sebar Personil

Dedy Priatmojo, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Markas Besar Kepolisian RI tetap menyiapkan pengamanan untuk mengawal jalannya sidang perdana Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq Shihab dan kawan-kawan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa, 16 Maret 2021. Meskipun sidang perdana Habib Rizieq akan digelar secara virtual.

“Sidang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Sidang dilakukan secara virtual, tapi Polri siapkan kekuatan pasukan untuk pengamanan di PN Jakarta Timur,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri pada Senin, 15 Maret 2021.

Menurut dia, ada sekitar 658 personel Kepolisian yang akan dikerahkan untuk mengamankan sidang perdana Habib Muhammad Rizieq Shihab pada hari ini. Sidang tetap berlangsung di PN Jakarta Timur, namun terdakwa dihadirkan secara virtual dari Bareskrim Polri.

Oleh karena Habib Rizieq akan dihadirkan secara virtual di sidang perdananya, Polri meminta para simpatisannya agar mengikuti sidang secara virtual, tidak berkerumun untuk menjalankan protokol kesehatan COVID-19

“Sekali lagi, sidang secara virtual sehingga masyarakat harus memahami,” ujarnya.

Habib Rizieq didakwa dengan tiga kasus tindak pidana kekarantinaan kesehatan. Pertama, kasus pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat dan Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, Habib Rizieq dijadikan tersangka bersama Haris Ubaidillah (HU), Maman Suryadi (MS), Ahmad Sobri Lubis (ASL), Habib Idrus (I), dan Muhammad Hanif Alatas (MHA).

Sementara, Habib Rizieq dikenakan Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun tersangka HU, MS, MHA, ASL dan I dijerat Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu, Habib Rizieq ditetapkan tersangka kasus protokol kesehatan di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Dalam kasus ini, Habi Rizieq dijerat Pasal 14 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan/atau Pasal 216 KUHP.

Selanjutnya, Habib Rizieq bersama Direktur RS Ummi dokter Andi Tatat dan Muhammad Hanif Alatas (MHA) dijadikan tersangka lagi dalam kasus dugaan menghalangi penanganan wabah penyakit menular di Rumah Sakit (RS) Ummi Kota Bogor.

Dalam kasus ini, ketiga tersangka melanggar Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 14 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.