Sidang Habib Rizieq Hari Ini akan Disiarkan di YouTube Pengadilan

Ezra Sihite, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal mengatakan, sidang lanjutan terdakwa Habib Muhammad Rizieq Shihab (HRS) akan digelar kembali pada Selasa, 30 Maret 2021. Rencananya, sidang tersebut akan disiarkan secara langsung melalui channel YouTube pengadilan.

“Sidang dilakukan secara offline/terdakwa hadir dalam persidangan di PN Jaktim. Layanan streaming YouTube Pengadilan Negeri Jaktim akan dibuka dan disiarkan,” kata Adam pada Senin, 29 Maret 2021.

Menurut dia, sidang kasus Habib Rizieq bisa tidak disiarkan melalui YouTube Pengadilan Negeri Jakarta Timur apabila majelis hakim melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. “Kecuali dalam tahap pemeriksaan saksi, layanan streaming akan ditutup,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkara Habib Rizieq yang digelar pada Selasa terkait perkara nomor 221, perkara nomor 222 dan perkara nomor 226 tentang kekarantinaan kesehatan dengan Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa.

“Agendanya pendapat jaksa penuntut umum terhadap eksepsi terdakwa atau penasehat hukum,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Habib Rizieq Shihab mengaku tidak pernah mengundang simpatisan menyambut kedatangannya dari Arab Saudi di Bandar Soekarno-Hatta pada 2020. Selain itu, ia membantah mengundang acara di Markaz Syariah Megamendung.

“Di Megamendung, dia tidak pernah mengundang orang. Jadi di Megamendung dia tak pernah tahu serame itu. Cuma mereka tahu Habib Rizieq mau ke sana, tiba-tiba jalan penuh,” kata Kuasa Hukum Habib Rizieq, Alamsyah Hanafiah pada Jumat, 26 Maret 2021.

Kemudian Habib Rizieq juga menyebut ketika pulang dari Arab Saudi ke Indonesia tidak pernah mengundang masyarakat untuk menjemput dan menyambutnya di Bandara Soekarno-Hatta.

“Jadi waktu ke Soekarno-Hatta pun Habib Rizieq bersumpah, Demi Allah saya tak pernah ngundang orang begitu saya datang. Itu orang menyambut,” ujarnya.

Untuk itu, Alamsyah mengatakan, Habib Rizieq minta keadilan kepada penegak hukum agar kasus kerumunan yang didakwakan kepadanya juga diterapkan terhadap seluruh peristiwa kerumunan yang terjadi di Indonesia.

“Apabila itu tidak dijadikan proses hukum, dia minta persamaan hak di hadapan hukum supaya dia dakwaan itu dibatalkan dan dibebaskan. Dia minta keadilan di sana,” kata dia.