Sidang Habib Rizieq Offline, Tapi Hakim Bisa Tinjau Ulang

Syahrul Ansyari, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah mengabulkan permohonan Habib Rizieq Shihab agar dihadirkan dalam sidang secara langsung (offline) di ruang sidang pengadilan atas perkara pelanggaran protokol kesehatan atau Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan.

"Menetapkan, mengabulkan permohonan pemohon dan mencabut tentang penetapan sidang secara online. Memerintahkan penuntut umum hadirkan dalam persidangan pada setiap hari," kata Hakim Ketua Suparman Nyompa saat sidang online pada Selasa, 23 Maret 2021.

Namun, Suparman mengingatkan agar peserta sidang yang hadir nanti apa yang telah ditetapkan untuk sidang digelar secara offline. Tentu, hakim akan mempertimbangkan ulang apabila tidak mematuhi apa yang telah ditetapkan.

"Apabila pemohon melanggar, maka penetapan ini ditinjau kembali," ujarnya.

Baca juga: Hakim Kabulkan Permohonan Habib Rizieq, Sidang Digelar Offline

Sementara, tim penasehat hukum terdakwa membacakan surat jaminan pelaksanaan sidang secara offline yang diserahkan kepada majelis hakim.

"Surat jaminan. Bersama ini, kami selaku kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, menjamin pelaksanaan sidang nomor perkara 221/B/2021/PN Jaktim secara offline. Dengan menghadirkan klien kami atas nama Habib Rizieq akan berlangsung mengikuti protokol kesehatan antara lain pakai masker, menjaga jarak dan tidak menimbulkan kerumunan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur," kata Alamsyah Hanafiah selaku penasihat hukum Habib Rizieq.

Sedangkan, Habib Rizieq juga menjamin para simpatisannya juga tetap mematuhi protokol kesehatan apabila menyaksikan sidang di luar Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Namun, Habib Rizieq mengimbau sebaiknya menonton saja dari rumah agar proses sidang berjalan khidmat.

"Saya serukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia yang hadir sidang ini di luar Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur, untuk tetap menjaga protokol kesehatan, tertib, disiplin, menjaga arus lalu lintas, jangan ganggu orang lain, banyak zikir. Ikuti sidang ini agar bisa menjalankan sidang dengan khidmat. Karena, penanggulangan COVID-19 jadi tanggung jawab bersama jangan sampai jadi klaster baru," katanya.