Sidang Istimewa Dewan Adat Biak Angkat Junus JK Jadi Kepala Suku

·Bacaan 2 menit

VIVA – Junus JK Mandibodibo ditetapkan sebagai pemimpin suku Biak periode 2017-2022. Keputusan itu berdasarkan sidang pleno luar biasa Majelis Kankain Karkara Byak (Lembaga Adat Masyarakat Byak).

Dikutip dari keterangan tertulis Dewan Adat Biak, Senin 17 Mei 2021, disebutkan bahwa sidang pleno istimewa dihadiri para mananwir dari 8 bar (wilayah). Rapat itu juga menetapkan Garied Jean Rumbarar sebagai Plt Sekretaris Kankain Karkara Byak untuk masa sisa jabatan 2017–2022.

Dengan begitu, maka sidang luar biasa itu menetapkan Kankain Karkara Byak kepimpinannya diambil alih Junus J.K Mandibodibo mengantikan Mananwir Apolos Sroyer.

Baca juga: Kasus Antigen Bekas, Seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipecat

Mananwir yang hadir antara lain, dari Bar Sorido-KBS Junus JK Mandibodibo, Mananwri Bar Napa Yopi Smas, Mananwir Bar Supiori Steven Sarakan, Mananwir Bar Swandiwe Calvin Mofu.

Kemudian, Manawir Swapor diwakili Yunus Rumaropen, Mananwir dari Bar Mani Yendidori oleh Marthen Swabra, Bar Wamurem Oridek oleh Manwir Obet Ansek, Bar Padaido-Anobo oleh Manwir Garied J Rumbarar.

Sedangkan, Mananwir Bar Raja Ampat dan Numfor tidak sempat hadir karena lambat diberikan undangan. Namun diupayakan tetap akan hadir dalam acara Musyawarah Besar Kankain Karkara Byak yang rencananya akan dilakukan pada tahun 2022.

“Sidang ini sah, sebab 10 Bar (wilayah adat) sebagai pemegang kedaulatan adat di Kankain Karkara Byak, 8 pimpinan dan perwakilannya telah hadir, 2 tidak hadir karena situasi yang memang agak jauh dan terkait dengan pelaksanaan sidang istmewa yang mepet," Junus JK Mandibodibo.

"Intinya, Bar Raja Ampat dan Numfor akan hadir di Mubes tahun 2022 mendatang," tambahnya.

Menurutnya, sidang istimewa Kankain Karkara Byak dilakukan karena kepengurusan lama sudah tidak optimal dalam menindaklanjuti sejumlah program organisasi. Termasuk dinilai sudah banyak melenceng dari harapan organisasi sesungguhnya.

Hal yang lain, kata JJK Mandibodibo disaksikan para mananwir, bahwa sidang istimewa dilakukan karena pemimpin yang telah dipilih dalam Mubes saat itu tidak lagi mampu mengimplementasikan program kerja. Serta aktivitas dan kegiatan kepada masyarakat adat yang bukan lagi mengarah pada kegiatan pembangunan kesejahteraan masyarakat adat.

“Kami menilai ada kecenderungan memanfaatkan Lembaga Adat Kankain Karkara Byak yang adalah lembaga adat kultur masyarakat Byak pada aktivitas kegiatan yang mengarah pada kepentingan dan tujuan politik tertentu. Yang, bertentangan dengan pemerintah dan cenderung memecah belah dan merugikan warga masyarakat adat suku Biak, oleh karena itu sidang istimewa ini dilakukan untuk menyelamatkan Kankain Karkara Byak,” jelasnya.

JJK Mandibodibo mengungkapkan, banyak persoalan yang akan dievaluasi dalam. Serta, dijadikan catatan sehingga dilakukan sidang istimewa manggantikan Mananwir Apolos Sroyer sebagai Manfun (Pemimpin) Suku Byak.

“Keputusan-keputusan dan tindakan diambil oleh kepala suku Byak selama ini mestinya melibatkan Mananwir Bar atau pemimpin adat di wilayah atau bar, namun itu tidak dilaksanakan. Terkesan keputusan diambil sendiri oleh Manfun selama ini, sementara pemegang kedaulatan adat ada di masing-masing wilayah,” katanya.

Sidang Istimewa Majelis Kankain Karkara Byak ini tak hanya dihadiri oleh Mananwir dari 8 Wilayah Adat di Biak. Namun juga puluhan Sinan (bapa), mananwir dari berbagai kampung (desa) dan lainnya juga ikut hadir langsung sidang tersebut. (Ant)