Sidang Jangan Sampai Tunda UMK

* Pekerja Kawal Sidang Gugatan SK Gubernur

TRIBUNNEWS.COM BATAM, - Ratusan pekerja yang menjadi anggota aliansi serikat pekerja serikat buruh di Kota Batam mendatangi kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang di Sekupang, Rabu (23/1/2013). Mereka berkumpul sejak pukul 09.00 WIB untuk mengawal jalannya proses persidangan terkait gugatan Kadin dan Apindo atas SK Gubernur tentang UMK Batam 2013.

Selain itu para buruh juga menyuarakan aspirasi agar langkah hukum yang ditempuh pihak pengusaha menghalangi pelaksanaan UMK 2013 yang seharusnya efektif mulai gaji Januari 2013 ini.

Aksi itu diwarnai orasi bergantian dari para pekerja. Sekitar pukul 10.00 WIB perwakilan pekerja diterima masuk ke ruang ketua PTUN Tanjungpinang, Kamer Togatorop SH. Sementara pekerja lainnya tetap menunggu di luar wilayah kantor PTUN, dengan dibatasi kawat berduri.

"Kita harap suara rakyat ini yang didengar pengadilan. Karena suara rakyat suara Tuhan. Bukan suara Kadin suara Tuhan," ujar seorang perwakilan pekerja usai pertemuan yang berlangsung sekitar sejam itu.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Kepri telah mengeluarkan SK tentang UMK Batam 2013 sebesar Rp 2.040.000. Namun sejumlah pengusaha, terutama pengusaha UKM keberatan dan mengajukan gugatan agar SK Gubernur itu dibatalkan.

Ketua KSPSI Batam, Syaiful Badri mengatakan pengawalan proses peradilan di PTUN ini bertujuan agar jangan sampai mempengaruhi penundaan pelaksanaan UMK.

Apalagi tuntutan pembatalan SK Gubernur dikabulkan pengadilan, -- karena menurut Syaiful hal itu merupakan salah satu materi gugatan. "Kita tidak mau sampai terjadi penundaan. Tak apa proses berjalan tapi jangan sampai UMK ditunda pelaksanaannya," ujar Syaiful.

Anggota FSPMI Batam, Yusuf juga menilai selama ini Apindo dan Kadin selalu memprovokasi buruh melalui pernyataan pernyataannya. Hasilnya muncul rasa benci pekerja pada dua organisasi pengusaha tersebut. Efeknya menimbulkan kegelisahan terhadap pekerja.

Yusuf mengaku tak mampu membahas masalah itu hanya sebatas dengan rekan-rekan mereka. Oleh karena itu dirinya pun langsug menanyakan ke Ketua PTUN Tanjungpinang, yang intinya apakah bisa Kadin dan Apindo menggugat SK Gubernur yang sifatnya umum, termasuk substansi nilai UMK--bukan proses pengesahannya.

"Dibanding jumlah perusahaan di Batam yang mencapai ribuan, apakah Kadin dan Apindo yang hanya beranggotakan puluhan pengusaha sudah bisa mewakili untuk ajukan gugatan? Karena sebenarnya sudah ada beberapa perusahaan yang menyatakan siap jalankan UMK baru ini," katanya.

Kabar gembira
Di tengah aksi itu pekerja sangat antusias mendapatkan jawaban pasti menyangkut kegelisahan mereka. Saat itu anggota Dewan Pengupahan Kota Batam dari FSPMI, Mustofa menyampaikan kabar yang disambut gembira, yaitu tertanggal 16 Januari lalu Dinas Tenaga Kerja Kota Batam telah mengeluarkan surat yang meminta perusahaan untuk segera menjalankan SK Gubernur terkait UMK dan upah kelompok di Kota Batam.

"Jadi tak ada alasan bagi perusahaan untuk menunda nunda. Yang menunda akan kena imbasnya. Keputusan ini sudah wajib dijalankan perusahaan," kata Mustofa yang disambut sorak sorai.

Yustan, Ketua Majelis Hakim perkara gugatan SK Gubernur Kepri tentang UMK Batam 2013, yang ditemui usai aksi mengaku tak terganggu dengan ramainya pekerja yang datang mengawal proses peradilan. Ia menganggap hal itu sebagai sesuatu yang biasa dan merupakan bagian dari risiko pekerjaannya.

"Biasalah, memang risiko pekerjaan. Yang penting selaku hakim, kita punya kejelasan dalam mengambil keputusan. Kita punya landasan yang kuat untuk itu," kata Yustan, usai melakukan pemeriksaan persiapan, Rabu (23/1/2013).

Pemeriksaan persiapan itu diakuinya terlambat sejam dari jadwal. Karena kuasa hukum kedua pihak lambat datang disebabkan terhambat kerumunan massa. Pihak penggugat dalam hal ini Apindo dan Kadin diwakili oleh tiga orang kuasa hukumnya. Sementara pihak tergugat dalam hal ini Gubernur Kepri diwakili oleh empat orang kuasa hukum.

Yustan mengatakan pada pemeriksaan persiapan tadi pihak penggugat sudah melakukan perbaikan gugatan dan seluruh berkas telah dilengkapi. "Karena gugatan sudah diperbaiki, proses selanjutnya yaitu sidang terbuka yang dijadwalkan Selasa mendatang, dengan agenda pembacaan gugatan," ujar Yustan.

Bagaimana tanggapan pengusaha? Ketua Apindo Kepri Cahya mengatakan gugatan ini cuma satu satunya cara yang bisa ditempun Apindo untuk menyatakan ketidaksetujuan atas nilai UMK Batam yang ditetapkan dalam SK Gubernur Kepri tersebut.

"SK Gubernur itu sangat tidak bisa diterima oleh pengusaha. Bagaimana kami memperjuangkan nasib pengusaha yang tidak mampu. Kami tak bisa mengerahkan massa. Jadi ini satu satunya cara, secara hukum, yang bisa ditempuh Apindo," ujar Cahya. (tik)

* Nikita Mirzani
Aku Bukan Preman

NIKITA Mirzani mendadak pingsan usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (23/1). Kejadian ini bikin heboh suasana pengadilan. Agenda sidang kali ini adalah tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum atas nota keberatan yang diajukan oleh pihak Niki minggu lalu. Namun, saat hakim ketua meminta tanggapan JPU, ibu satu anak itu hanya terdiam.

Niki memang terlihat linglung saat mendengar tanggapan JPU. Akan tetapi, setelah ditanya untuk kedua kalinya, Niki pun menganggukkan kepala tanpa mengungkapkan sepatah katapun.

Usai menjalani persidangan, seperti minggu minggu sebelumnya, Niki langsung dikerubungi wartawan untuk dimintai keterangan. Namun, pemain film 'Nenek Gayung' ini langsung pingsan. Niki pun langsung dilarikan ke poliklinik Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk ditangani.

Saat sidang Nikita Mirzani juga menangis mendengar tanggapan jaksa yang menyebutkan ia melakukan pemukulan. Bintang film "Mama Minta Pulsa" ini merasa tak melakukan pemukulan.

Nikita menegaskan, tidak pernah melakukan pemukulan kepada Beverly Sheila Sandie, yang menjadi korban dan melaporkannya ke pihak berwajib. Menurutnya yang melakukan pemukulan adalah teman dekatnya, Army.

"Kenapa dia (jaksa) ngomongnya kayak gitu? Aku nangis karena teringat ke penonjokan, pemukulan. Niki enggak melakukan itu, yang melakukan itu Army. Niki enggak nonjok, enggak mukul, enggak ada pelemparan. Aku bukan preman," kata Niki usai sidang.

Ia mengaku manarik rambut Beverly, tapi itu tidak sengaja. Apa yang terjadi saat itu hanya refleks. "Bukan disengaja, Niki enggak kenal sama Olive dan Beverly. Saat itu kejadiannya cepet banget, namanya refleks, ya tidak sengaja," tuturnya.

Niki siap menghadirkan saksi saksi untuk membuktikan kalau tidak melakukan sebagaimana yang disebutkan dalam dakwaan jaksa. (tribunnews/Danang S Prabowo)

Baca  Juga  :

  • Bupati Menikahi ABG
    Paripurna Aceng Belum Terjadwal 13 menit lalu
  • Imlek 2013
    Imlek Terancam Tanpa Jeruk 20 menit lalu
  • Kriminalitas
    Mobil Pak Haji Digasak di Pinggir Jalan 26 menit lalu
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.