Sidang John Kei Sempat Ricuh

TEMPO.CO, Jakarta - Usai sidang pembacaan tuntutan John Kei, Selasa 4 Desember 2012, puluhan massa pro  dan anti John Kei terlibat bentrok. Mereka menolak dibubarkan hingga aparat keamanan harus melepaskan tembakan peringatan beberapa kali.

Sejak pagi, massa yang menamakan dirinya 'Warga Maluku Pendukung John Kei' itu melakukan aksi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menuntut tuntutan jaksa penuntut umum yang dibacakan hari ini harus sesuai bukti, "Tidak ada keterlibatan John Kei. Kami minta kepada jaksa agar jujur, John Kei tidak bersalah!" ujar salah satu demonstran.

Di seberangnya, massa yang anti John Kei berteriak-teriak, sesumbar siap membunuh John Kei, "Siap bunuh? Siaaapp," teriak mereka berulang-ulang.

Ketika aparat keamanan melepaskan tembakan peringatan beberapa kali, massa pun langsung berhamburan. Suasana di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sempat tidak terkendali. Beberapa aparat keamanan bermaksud memukul mundur massa dengan mengusung senjata laras panjang yang ditembakkan berkali-kali.

Peristiwa ini menyebabkan kemacetan di Jl. Gajah Mada.

Plaza Gajah Mada dan Bank CIMB Niaga yang berdekatan dengan lokasi sidang, sempat menutup rapat gerbang untuk menghindari massa yang berlarian ke segala arah. Suasana mereda sekitar pukul 18.00 sore.

John Kei, terdakwa atas pembunuhan Tan Hari Tantono, dituntut 14 tahun penjara. Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum, Selasa, 4 Desember 2012, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. John Kei dituntut dengan pasal 340 dan 338 KUHP, karena dianggap telah menghilangkan nyawa orang lain.

TRI ARTINING PUTRI

Berita Terpopuler:

Jokowi: Mending Saya Tidak Jadi Gubernur

Ditahan di Guntur, Apa Kata Jenderal Djoko Susilo?

Rhoceng, Rhoma-Aceng untuk 2014 Ramai di Twitter

RAPBD Terancam Molor, Ahok Bakal Telpon Ketua DPRD

Alasan Dicky Chandra Campuri Kasus Bupati Garut

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.