Sidang Mediasi Perceraian Nindy Ayunda dan Suami Ditunda

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sidang cerai Nindy Ayunda dengan suaminya, Askara Parasady Harsono kembali digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (3/2/2021). Sidang kali ini beragendakan mediasi antara penggugat dan tergugat.

Sayangnya, sidang cerai harus ditunda karena tergugat, dalam hal ini Askara Parasady Harsono tak hadir. Seperti diketahui, Askata saat ini menjadi tahanan Polres Metro Jakarta Barat.

Untuk itu, hakim meminta Askara melampirkan surat kuasa istimewa dalam persidangan selanjutnya, yang digelar sepekan kemudian.

Surat Kuasa Istimewa

Bersama dengan suami tercinta, Askara Parasady Harsono dan kedua anaknya. Nindy Ayunda melakukan perjalanan liburan ke Jepang. Memang liburan ke Jepang tak lengkap bila belum berfoto menggunakan kimono. (Liputan6.com/IG/@nindyparasadyharsono)
Bersama dengan suami tercinta, Askara Parasady Harsono dan kedua anaknya. Nindy Ayunda melakukan perjalanan liburan ke Jepang. Memang liburan ke Jepang tak lengkap bila belum berfoto menggunakan kimono. (Liputan6.com/IG/@nindyparasadyharsono)

"Mediasinya dipending minggu depan tanggal 10 karena dari pihak Askara tidak ada dan masih diwakili kuasa hukum, di mana majelis minta surat kuasa istimewa," kata kuasa hukum Nindy, Herman Simarmata, di PA Jakarta Selatan, usai sidang.

"Jadi minggu depan tanggal 10 baru ketemu mediasi. Hasil mediasi akan dilaporkan 17 Februari apakah perkara itu berlanjut atau tidak," ia menyambung.

Kekeuh Bercerai

Nindy Ayunda (Sumber: Instagram/nindyparasadyharsono)
Nindy Ayunda (Sumber: Instagram/nindyparasadyharsono)

Sejauh ini, pelantun "Buktikan" dan "Cinta Cuma Satu" tetap pada pendiriannya untuk bercerai dari Askara yang menikahinya pada 11 November 2011.

"Mbak Nindy tetap pada keinginannya mengajukan gugatan perceraian terhadap suaminya," tuturnya.

Dugaan KDRT

Sebelumnya diberitakan, salah satu alasan Nindy Ayunda menggugat cerai, karena dugaan tindak KDRT. Untuk membuktikan itu, pihak Nindy masih menunggu hasil visum.

"Itu salah satunya KDRT, tapi kita belum menerima hasil visum. Nanti kalau sudah terima itu bisa sebagai bahan," terang Herman.