Sidang Pembunuhan Brigadir J, Bharada E Dipertemukan dengan Bripka RR dan Kuat Ma'ruf

Merdeka.com - Merdeka.com - Terdakwa Bharada E atau Richard Eliezer, Bripka RR atau Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf akan bertemu untuk menjalani sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (7/11). Agenda sidang sama-sama keterangan saksi dari penuntut umum.

Pantauan merdeka.com. ketiga terdakwa tiba di gedung pengadilan sektiar pukul 8.46 Wib. Mereka dibawa dua mobil tahanan Kejaksaaan Negeri Jakarta Selatan. Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf dibawa dengan mobil yang sama.

Bripka RR dan Kuat tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang dibalut rompi tahanan bernomorkan 99 dan 100. Keduanya berjalan dengan pengawalan ketat anggota Brimob bersenjata. Sementara Bharada E datang mengenakan kemeja putih lengan pendek dibalut rompi tahanan bernomorkan 94.

Berbeda dengan Ricky dan Kuat, Bharada E hadir dengan didampingi sejumlah petugas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Mereka dikawal anggota Brimob.

Tak hanya itu, Bharada E tampil dengan gaya rambut undercut terbarunya. Wajahnya dibalut masker hitam dan kedua tangannya diborgol.

Sidang Digabung

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggabungkan sidang ketiga terdakwa. Sidang ini merupakan momen pertama bertemunya Bharada E dengan Bripka RR, dan Kuat Maruf usai pembunuhan Brigadir J.

“Jadi sidang Senin akan kami gabung dengan saksi Ricky sama Kuat, Eliezer," kata Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso dalam sidang pekan lalu.

Adapun alasan menggabung sidang ketiga terdakwa adalah dalam rangka efisiensi waktu pemeriksaan. Sehingga perkara 798/Pid.B/2022/PN JKT.SEL terdakwa Bharara E, 799/Pid.B/2022/PN JKT.SEL, Terdakwa Bripka RR, dan 800/Pid.B/2022/PN JKT.SEL, terdakwa Kuat Maruf bakal digabung.

"Karena kemarin jaksa keberatan seandainya saudara FS digabung dengan mereka. Kami gabung disini (Bripka RR dan Kuat) karena kami mengejar waktu," jelasnya.

"Kami gabungkan sidang Eliezer, RR, Kuat, dan kepada LPSK penahanannya Richard sudah saya siapkan penahanan, sehingga tidak gabung dengan mereka berdua," tambah dia.

Dakwaan Pembunuhan Berencana

Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mendakwa total lima tersangka yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Maruf.

Mereka didakwa terlibat pembunuhan berencana terhadap Yoshua pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga No. 46, Jakarta Selatan.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," ujar jaksa saat dalam surat dakwaan.

Atas perbuatannya, kelima terdakwa didakwa sebagaimana terancam Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP yang menjerat dengan hukuman maksimal mencapai hukuman mati.

Hanya terdakwa Ferdy Sambo yang turut didakwa secara kumulatif atas perkara dugaan obstruction of justice (OOJ) untuk menghilangkan jejak pembunuhan berencana.

Atas hal tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

"Timbul niat untuk menutupi fakta kejadian sebenarnya dan berupaya untuk mengaburkan tindak pidana yang telah terjadi," sebut jaksa.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar [yan]