Sidang Perdana Tragedi Kanjuruhan, Dakwaan Danki 3 Brimob Tidak Dibaca Semuanya

Merdeka.com - Merdeka.com - Sidang perdana perkara tragedi Kanjuruhan digelar di Pengadilan Negeri Surabaya. Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan pun menjadi terdakwa pertama yang dibacakan dakwaannya.

Dakwaan dibacakan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) gabungan dari Kejati Jatim dan Kejari Kepanjen Malang yang diketuai oleh JPU Hari Basuki.

Dalam pembacaan dakwaan ini, hakim meminta adanya kesepakatan agar tak dibacakan seluruhnya. Namun dakwaan akan dibacakan poin-poin yang dianggap penting.

JPU Hari Basuki pun menyanggupi permintaan hakim untuk membacakan poin dakwaan, utamanya soal keterangan visum yang tidak dibacakan seluruhnya.

"Untuk visum akan kita bacakan hasilnya saja yang mulia. Sebab, ada 800 keterangan untuk visum ini," ujar JPU Hari, Senin (16/1).

Diketahui penyidik Polda Jatim membagi tiga berkas untuk enam tersangka Tragedi Kanjuruhan. Berkas pertama yakni tersangka Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita, berkas kedua Ketua Panpel Arema Arema FC Abdul Haris dan Security Officer Suko Sutrisno, serta berkas ketiga yakni tersangka tiga polisi.

Tiga polisi itu adalah Danki 3 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan, Kabag Ops Polres Malang Wahyu Kompol Setyo Pranoto, dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

Dalam berkas perkara lima tersangka pun sudah dinyatakan lengkap alias P21 oleh penyidik. Kelima tersangka itu pun juga sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Satu berkas tersangka yakni Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita, hingga kini masih di tangan penyidik Kepolisian lantaran dinyatakan belum lengkap oleh jaksa. [cob]