Sidang Trump dibuka dengan perselisihan tentang saksi

Washington (AFP) - Pengadilan pemakzulan bersejarah Presiden AS Donald Trump dibuka dengan debat panas pada Selasa ketika Demokrat dengan marah menuduh Senat dari Partai Republik berusaha "menutup-nutupi" tanpa saksi atau bukti baru.

Pada saat pemimpin AS menghadapi kemungkinan pemecatan dari jabatannya karena penyalahgunaan kekuasaan, sekutu dekatnya Mitch McConnell menetapkan aturan dasar yang akan memblokir pemanggilan saksi atau dokumen penting, sementara masing-masing pihak membuat kasusnya -- berpotensi melumpuhkan argumen para jaksa penuntut.

Mengencangkan mayoritasnya yang solid 53-47, pemimpin Senat Republik itu juga menjelaskan bahwa dia akan dengan cepat memblokir upaya Demokrat untuk mengubah aturannya.

"Struktur dasar yang kami usulkan sama adilnya dan tidak berat sebelah," kata McConnell.

Adam Schiff, pemimpin manajer pemakzulan DPR yang menuntut Trump, menuduh bahwa proses tersebut "tidak masuk akal" untuk persidangan, dan sebaliknya dirancang untuk memastikan bukti tidak pernah terdengar dan Trump dimaklumi.

Aturan McConnell bertujuan untuk membuat kasus ini "selesai secepat mungkin untuk menutupi kesalahannya," kata Schiff dalam presentasi pembukaannya di lantai Senat.

"Benar-benar mundur, pengadilan sebelum bukti," katanya. "Kebanyakan orang Amerika tidak percaya akan ada pengadilan yang adil."

Trump dimakzulkan pada 18 Desember oleh DPR, dan secara resmi didakwa di Senat minggu lalu dengan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi penyelidikan Kongres.

Ini baru ketiga kalinya seorang presiden AS menjalani persidangan pemakzulan, setelah Bill Clinton pada 1999 dan Andrew Johnson pada 1868.

Seperti dua pendahulunya, Trump tampaknya hampir pasti akan dibebaskan oleh mayoritas Senat dari Partai Republik dalam persidangan yang bisa sesingkat dua minggu.

Menampilkan beberapa kompromi, rancangan awal McConnell dimodifikasi pada menit terakhir, memungkinkan 24 jam pertikaian oleh masing-masing pihak merentang selama tiga hari daripada jadwal dua hari, 12 jam sehari yang semula diuraikan.

Partai Republik juga tampaknya siap untuk menghapus rintangan pada manajer DPR yang menyajikan bukti dari penyelidikan asli mereka ke Senat pada awal persidangan, bukan hanya setelah argumen dibuat.

Tetapi tidak ada saran bahwa McConnell akan tunduk pada tuntutan Demokrat bahwa panggilan saksi diizinkan dari awal.

Demokrat ingin mendengar dari empat pembantu Trump saat ini dan sebelumnya, termasuk Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney dan mantan penasihat keamanan nasional John Bolton, yang memiliki pengetahuan langsung tentang tuduhan terhadap presiden.

Selama investigasi DPR, Trump mengklaim hak istimewa eksekutif dan memblokir kesaksian mereka, serta mengeluarkan dokumen yang disahkan oleh DPR.

Pasal-pasal pemakzulan menyatakan bahwa Trump berusaha menekan Ukraina agar ikut campur dalam pemilihan umum 2020 agar membantu dia untuk memenangkan pemilu, dan bahwa dia berusaha menggagalkan penyelidikan pemakzulan dengan menghalangi saksi-saksi dan tidak menyerahkan dokumen-dokumen kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

Pusat dari skandal itu adalah panggilan telepon 25 Juli di mana Trump memaksa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mengumumkan penyelidikan mantan wakil presiden Joe Biden, lawan paling potensial Trump dalam pemilu November nanti.

Trump didakwa menahan bantuan militer senilai hampir 400 juta dolar untuk Ukraina dalam melawan separatis dukungan Rusia, dan menolak pertemuan Gedung Putih dan Zelensky, kecuali jika sang presiden Ukraina membuka penyelidikan Biden.

Pada Minggu tim hukum Trump mengeluarkan pembelaan setebal 110 halaman yang menuduh DPR telah mendakwa presiden dengan "kejahatan" tidak jelas, bahwa penyelidikan mereka adalah "proses yang curang," dan bahwa Trump masih dalam hak kewenangannya ketika mendorong Ukraina untuk menyelidiki Biden.

Jay Sekulow, salah satu pengacara Trump, mengatakan kepada Senat pada Selasa bahwa dua pasal pemakzulan hanya memiliki "tuduhan samar tentang tuduhan non-kejahatan atas penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres."

Proses pemakzulan sangat memecah belah di antara warga Amerika -- dengan jajak pendapat menunjukkan negara terpecah di tengah tentang apakah presiden harus dicopot dari jabatannya, 10 bulan sebelum pemilih pergi ke tempat pemungutan suara untuk memutuskan apakah akan kembali memilih Trump.

Presiden Trump saat ini berada di Davos, Swiss untuk Forum Ekonomi Dunia pada Selasa, di mana ia mengulangi karakterisasi pemakzulan yang sudah lama ada sebagai "tipuan."

Di Davos, Trump berkata, "kami bertemu dengan para pemimpin dunia, orang-orang paling penting di dunia dan kami membawa kembali bisnis yang luar biasa."

"Yang lain hanya tipuan," katanya. "Perburuan penyihir -- mencari-cari kesalahan -- yang telah berlangsung bertahun-tahun dan terus terang itu memalukan."