Sido Muncul 'Tabur Benih' ke Duafa dan Ponpes serta Kerja Sama dengan NU Circle

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Setiap tahun terutama di bulan Ramadan, Sido Muncul berbagi kebaikan untuk mereka yang membutuhkan. Kali ini, Sido Muncul memberi bantuan senilai Rp700 juta yang diserahkan untuk 1000 kaum duafa di Kabupaten Semarang dan lima pondok pesantren (ponpes).

"Hari ini merupakan kegiatan rutin kami di bulan Ramadan. Sebelumnya kami menyerahkan santunan sebesar Rp200 juta untuk 1.000 anak yatim dan duafa di sekitar kantor Sido Muncul Jakarta. Saya sangat bersyukur bisa mewakili untuk memberikan bantuan," kata Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat dalam acara Bantuan untuk Duafa & Pondok Pesantren serta Penandatanganan Kerja Sama Sido Muncul dengan Nusantara Utama Cita (NU Circle) pada Selasa (19/4).

Dalam kesempatan tersebut Irwan menjelaskan, bantuan yang diberikan selama Ramadan sudah berjalan selama 16 tahun. Dia berharap dengan adanya bantuan ini, setiap ponpes di Indonesia bisa lebih maju dan mandiri.

Selain Irwan Hidayat, turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Semarang, Suratno, mewakili Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Ketua NU Circle Gatot Priyo Utomo, Pembina NU Circle Masdar Farid Mas'udi dan Lili Wahid.

sido muncul
sido muncul

©stella maris

Penyerahan bantuan tersebut diberikan secara simbolis melalui zoom di Kantor Sido Muncul. Adapun lima ponpes yang menerima bantuan tersebut yaitu Pondok Pesantren Salafiyahh Al Coliliya-Pasuruan, Pondok Pesantren Syailhona Cholil-Madura, Pondok Pesantren Nurul Huda-Pemalang, Pondok Pesantren Nurul Huda-Banyumas, dan Pondok Pesantren Raudlatul Tholibin-Rembang.

Jalin Kerja Sama dengan NU Circle

sido muncul
sido muncul

©stella maris

Di kesempatan yang sama, Sido Muncul juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan NU Circle terkait Pemberdayaan Pesantren dan Pembelajaran Santri Melalui Komoditas Tanaman Rempah dan Obat.

Dalam sambutannya,Irwan Hidayat menjelaskan, tujuan adanya kerja sama ini untuk memajukan pesantren agar kuat dan lebih mandiri, di tengah perkembangan zaman. Dalam kerja sama tersebut, nantinya para santri dari pesantren akan membantu beberapa proses pemilihan dan pengolahan tanaman rempah. Kemudian, Sido Muncul akan mengembangkannya menjadi obat herbal di riset senter miliknya di kawasan Semarang.

sido muncul
sido muncul

©stella maris

"Jadi memang kami mengembangkan nursery untuk mencarikan benih tanaman rempah yang bagus. Jadi di laboratorium penelitian dan pengembangan rempah akan diolah lagi. Dan memang pesantren adalah partner bisnis yang baik karena sumber daya yang dimiliki banyak dan memiliki pemimpin yang dapat diandalkan," kata Irwan.

Berkaitan dengan kerja sama itu, Ketua NU Circle Gatot Priyo Utomo menyampaikan terima kasihnya kepada Sido Muncul karena masih memikirkan kehidupan pesantren dan santri-santrinya.

"Terima kasih kepada Pak Irwan karena peran beliau sungguh besar kepada pesantren. Sebuah perusahaan yang besar masih memikirkan pesantren itu sangat luar biasa. Terima kasih pula kepada NU Circle yang bersama-sama berkolaborasi membangun kemandirian dan membangun dunia pesantren jadi lebih baik lagi," kata Priyo.

Tentang kegiatan yang akan dilakukan para santri dalam kerja sama ini, Priyo menjelaskan nantinya pihaknya akan membantu untuk membersihkan bahan baku, perajangan tanaman, pengeringan hingga ke proses pengemasan.

sido muncul
sido muncul

©stella maris

"Dengan adanya jalinan kerja sama ini, lanjut Priyo, akan memberikan pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan, melalui pelatihan dan praktek. Hal ini tentunya akan berdampak positif ke lembaga pesantren itu sendiri. Insyaallah semoga bermanfaat," tambah Masdar Farid Mas’udi sebagai Pembina NU Circle.

Di kesempatan yang sama, Suratno yang mewakili Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan apresiasi dari pimpinan kabupaten terhadap adanya kerja sama antara Sido Muncul dan NU Circle.

"Kegiatan seperti ini patut diapresiasi karena bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat. Semoga kerja sama ini mampu meningkatkan peran dan kualitas pondok pesantren dan bermanfaat bagi masyarakat," kata Suratno. [stm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel