Sifat Anarkis Geng Motor Lebih Kepada Perilaku

Ghiboo.com - Masih seputar tentang geng motor yang masih hangat diperbincangkan sejumlah media massa, kali ini tim auto.ghiboo.com mewawancari langsung Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Rio Octaviano di gedung Pelni Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (20/4).>Menurut pria yang akrab dipanggil Rio itu menuturkan, kalau ada perbedaan signifikan antara geng motor dengan komunitas. Perbedaan itu lebih kepada sifat dari perilaku yang kerap menimbulkan permasalahan. "Saya melihat bahwa perilaku itu yang memicu adanya tindakan negatif yang dilakukan oleh geng motor," papar Rio yang mengenakan baju koko berwarna putih ini.>Misalnya, jika satu kelompok melakukan aksi negatif yang meresahkan masyarakat, maka mereka layak disebut sebagai geng motor. Dan, jika mereka berasal dari sebuah klub atau komunitas, tapi jika di luar lebih banyak membuat sebuah masalah mungkin juga bisa dikatakan kalau mereka itu adalah geng motor. >Namun, Rio juga menegaskan komunitas atau klub otomotif masih banyak yang melakukan Corporate Social Responsibility (CSR), seperti donor darah, penanggulangan bencana, bahkan ada dari mereka (komunitas/klub motor) yang turun langsung kelapangan untuk bicara soal safety riding dan driving.>"Masih banyak banget kok yang melakukan hal itu. Namun, lantaran banyaknya kegiatan anarkis yang dilakukan geng motor tersebut seakan-akan menengenggelamkan sisi positif dari komunitas atau klub motor itu," cetusnya.>Untuk itu, Rio meminta kalau dalam hal ini harus ada upaya preventif yang dilakukan pihak-pihak hukum untuk menindak hal tersebut. "Jangan hanya dihilirnya saja yang menjadi sorotan, tapi harus ada upaya sisi hukum yang dilakukan yakni tindakan preventif, sehingga aksi-aksi negatif seperti ini dapat ditanggulangi dengan benar," harapnya.>"Apalagi jika ini berkaitan dengan arogansi dari seseorang. Seperti awalnya dari mental kelompok, dan mental kelompok tersebut menimbulkan arogansi dan dibiarkan saja seperti itu, mengakibatkan adanya tindakan-tindakan negatif yang merugikan masyarakat sehingga hal tersebut terjadi," pungkasnya.>

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.