Sigi minta PAUD dorong orang tua penuhi gizi anak cegah stunting

Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, meminta satuan pendidikan khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar mendorong orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sebagai upaya bersama dalam mencegah stunting.

Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra Setda Pemkab Sigi Andi Ilham, di Sigi, Minggu mengatakan anak usia dini yakni anak dengan usia prasekolah 0-6 tahun merupakan masa keemasan, masa di mana kecerdasan manusia ditentukan pada masa-masa ini.

"Dengan adanya pendidikan anak usia dini, diharapkan anak dapat tumbuh dengan segala potensinya sehingga ia mampu membangun dirinya di lingkungannya," kata Ilham terkait dengan pelaksanaan Gebyar PAUD 2022 tingkat Kabupaten Sigi.

Baca juga: Pemkab Sigi prioritaskan pencegahan kasus stunting

Oleh karena itu, kata dia, perlu didukung dengan pemenuhan gizi yang layak kepada anak di tingkat rumah tangga, dan di satuan pendidikan (makanan tambahan), dalam rangka menopang kecerdasan intelektual anak.

"Dengan demikian, PAUD berperan meningkatkan kreativitas sehingga membentuk karakter anak sebagai bekal untuk pendidikan lanjutan. PAUD adalah pendidikan yang memberikan materi sesuai kesenangan mereka," katanya.

Prevalensi stunting di Kabupaten Sigi berdasarkan survei Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM) bahwa tahun 2019 kasus stunting 20,2 persen, tahun 2020 sebesar 16,5 persen, 2021 sebanyak 14,4 persen.

Baca juga: Bupati Sigi minta OPD sinergikan program penanganan stunting

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Sigi telah mencanangkan program sejuta telur untuk diberikan kepada masyarakat utamanya ibu hamil dan ibu menyusui, serta anak, dalam rangka pemenuhan gizi, di samping memberikan bantuan kebutuhan pokok lainnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Sigi Hazizah Irwan Lapatta mengatakan PAUD adalah pondasi awal bagi anak untuk masa depannya.

"Oleh karena itu, orang tua dan guru agar memerhatikan kebutuhan gizi anak. Begitupun dengan jadwal imunisasi anak," kata dia.

"Saya mengajak pada orang tua, guru, dan masyarakat untuk berupaya mencegah stunting yang rentan terjadi terhadap anak usia dini," katanya.

Baca juga: Pemkab Sigi-BKKBN Sulteng sinergi percepat penurunan stunting

Keterlibatan orang tua dan guru, menurut dia, guna menjaga pertumbuhan dan perkembangan anak akibat gizi kronis dan infeksi berulang.