Sikap Arema Setelah PSSI Putuskan Liga 1 Tetap dengan Sistem Degradasi

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - PSSI sudah memutusan Liga 1 2021/2022 digelar dengan degradasi. Ini sekaligus mengakhiri pro dan kontra.

Sebelumnya, beberapa klub mengusulkan kompetisi digelar tanpa degradasi. Alasannya pandemi virus corona membuat klub tak bisa maksimal di kompetisi tahun ini. Selain itu, Exco PSSI juga sempat bersuara demikian.

Namun keputusan sudah diambil PSSI. Adanya degradasi dianggap membuat kompetisi lebih sengit. Kontestan tak hanya bersaing jadi juara, tapi juga berjuang menghindari degradasi.

Arema FC sebagai salah satu peserta Liga 1 siap menjalani apa yang jadi keputusan PSSI. Meskipun merekas sempat dirumorkan mendukung kompetisi tanpa degradasi.

“Arema FC punya prinsip patuh pada keputusan terbaik PSSI. Termasuk kongres tahunan nanti. Karena itu kami mengikuti perkembangan wacana yang ada,” jelas Media Officer Arema, Sudarmaji.

Adanya kebijakan degradasi juga tak berpengaruh pada persiapan tim. Mereka tetap serius membangun tim dibawah kendali Eduardo Almeida.

Meskipun sampai saat ini, perekrutan pemain baru tak kunjung dilakukan. Alasannya, pelatih asal Portugal ini menganalisis secara teliti kebutuhan tim untuk Liga 1. Itu sebabnya, dia tak ingin buru-buru bicara soal pemain baru.

Fokus Izin Kompetisi

Eduardo Almeida, pelatih arema memberikan rompi kepada pemainnya saat latihan small game di lapangan ketawang, Kabupaten Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Eduardo Almeida, pelatih arema memberikan rompi kepada pemainnya saat latihan small game di lapangan ketawang, Kabupaten Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Lebih jauh mengenai Liga 1, sebenarnya Arema lebih fokus pada izin pertandingan ketimbang aturan degradasi. Iiu jadi kunci terselenggaranya kompetisi.

Sampai saat ini belum ada izin pertandingan yang dikeluarkan oleh Polri. Namun kabarnya dalam waktu dekat izin tersebut akan didapatkan.

“Arema memilih fokus izin penyelenggaraan kompetisi agar benar-benar terealisasi. Karena kepastian itu penting bagi klub. Selain itu konsen pada kesialan regulasi protokol kesehatan,” sambung Sudarmaji.

Arema juga siap jika banyak pembatasan yang dilakukan dalam kompetisi mendatang. Itu sebagai konsekuensi pandemi virus corona yang belum berlalu. Seperti laga tanpa penonton, kompetisi digelar di pulau Jawa dan skema lain yang tengah disiapkan agar terhindar dari potensi penularan covid-19.

”Klub juga akan fokus bekerja keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Kami yakin PSSI memiliki formula yang ideal dan alternatif dalam membantu aspek finansialnya. Hal itu nantinya membantu kinerja klub untuk tetap kompetitif dalam mengikuti kompetisi,” pungkasnya.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel