Sikap DPRD Malang soal Dugaan Pelanggaran PPKM Wali Kota Sutiaji

·Bacaan 1 menit
Alun - alun Tugu atau Taman Tugu Malang tepat di depan Balai Kota Malang(Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Malang - Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menegaskan, DPRD menghormati dan tidak akan mengintervensi proses hukum yang melibatkan Wali Kota Malang Sutiaji, terkait dugaan pelanggaran PPKM karena meropos masuk Pantai Kondang Merak, pada Minggu (19/9/2021).

"Apalagi pak Wali akan menjalani pemeriksaan dengan panggilan resmi, sehingga kita tunggu proses hukumnya dulu," bebernya, Kamis (23/9/2021), dikutip dari TimesIndonesia.

Made menyimpulkan bahwa dalam kasus dugaan pelanggaran PPKM yang dilakukan Wali Kota Malang Sutiaji bersama rombongan adalah tegakkan hukum seadil-adilnya. Kalau Wali Kota gak salah harus diakui tapi kalau salah, prosesnya harus diikuti.

"Ini kan negara hukum. Kami juga puas pak Wali sudah proaktif untuk hadir sendiri di Polres Malang. Kita kawal bersama dan kami tidak mengintervensi," ujarnya.

"Ayo kita sama-sama, karena kita negara hukum, maka kita ikuti saja proses hukum yang berjalan," pungkasnya

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Terobos Masuk

Wali Kota Malang Sutiaji dan rombongan dikabarkan masuk dengan paksa ke Pantai Kondangmerak di Kabupaten Malang. Aksi Sutiaji diduga melanggar PPKM yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Beberapa foto yang beredar di media sosial menunjukkan rombongan Pemkot Malang berada di Pantai Kondangmerak, Desa Sumberbening, Bantur.

Tampak pula beberapa mobil dinas berplat merah berada di lokasi tersebut. Sedangkan para pejabat Pemkot Malang juga dikabarkan berada dalam rombongan tersebut. Termasuk Sekda Kota Malang, Erik Setianto.

Dikutip dari TimesIndonesia, mulanya rombongan Wali Kota Malang Sutiaji gowes dari rumah dinas ke Pantai Kondang Merak. Sesampainya di tempat itu, rombongan berusaha masuk ke pantai untuk beristirahat.

Namun dicegah oleh petugas karena lokasi wisata sedang tutup karena PPKM. Rupanya, rombongan berusaha memaksa masuk dan akhirnya berisitirahat di tempat tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel