Sikap MUI dan Ormas Islam se Indonesia Soal Konflik Israel-Palestina

·Bacaan 4 menit

VIVA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar pertemuan dengan pimpinan Ormas Islam membahas penindasan Israel terhadap Palestina baru-baru ini. Hasilnya, merek bersepakat mengambil sikap mengutuk keras serangan zionis Israel tersebut.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim menyampaikan, penindasan terhadap Palestina ini bukan barang baru. Selain karena prilaku kejam militer dan Yahudi kanan ekstrem, kondisi internal umat Islam maupun Palestina perlu menjadi sorotan.

"Ini patut menjadi gerakan bersama adalah apa yang dilakukan militer dan kelompok Yahudi kanan ekstrem serta ada tantangan dari internal yaitu persatuan Islam maupun Palestina,” kata dalam pertemuan yang digelar secara virtual tersebut, Selasa, 11 Mei 2021.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Islamiah KH Cholil Nafis menambahkan, satu hal yang kerap dilupakan ketika membahas masalah Palestina adalah konflik internal antara Hamas dan Fattah. Keduanya merupakan organisasi terbesar di Palestina yang ingin Palestina merdeka, namun keduanya saling bertolak belakang dan jarang akur.

Baca juga: Menaker Ida Apresiasi Perusahaan yang Sudah Bayar THR Lebaran 2021

Selain itu, dia melanjutkan, beberapa negara Timur Tengah yang berangsur-angsur menjalin hubungan diplomatik dengan Israel juga menggambarkan ada masalah Ukhuwah Islamiah dalam merespon penindasan terhadap Palestina.

Selain itu, beberapa negara Timur Tengah yang berangsur-angsur menjalin hubungan diplomatik dengan Israel juga menggambarkan ada masalah Ukhuwah Islamiah dalam merespon penindasan terhadap Palestina.

“Selain mengutuk yang terjadi di Palestina oleh Israel, kami meminta kepada Hamas dan Fattah agar bersatu membela negaranya sendiri. Kami berharap mereka bersatu di dalam satu perjuangan,” katanya.

Dia berharap, ke depan MUI akan menjadi juru damai antara Hamas dan Fattah sehingga yang tersisa di Palestina hanya masalah eksternal yaitu Zionis Israel tanpa masalah internal. Dia juga ingin isu ini menjadi isu kemanusiaan bukan semata isu agama.

“MUI melalui bidang luar negeri dan Ukhuwah Islamiah melakukan gerakan bersama menjadi pendamai internal di Palestina. Tentu berikutnya bagaiaman menjadi juru damai. Perlu ditekankan persatuan internal umat Islam, persatuan internal Palestina, dan persatuan kemanusiaan,” katanya.

Pada kesempatan ini, MUI dan bersama semua Ormas Islam Indonesia menyampaikan sikap sebagai berikut:

1. Mengutuk keras serangan zionis Israel terhadap masjid Al-Aqsha yang telah mengakibatkan banyak jamaah tarawih mengalami luka-luka.

Serangan brutal dan biadab zionis Israel ini telah menodai kesucian tempat ibadah sekaligus mempertunjukkan pelanggaran secara terang-terangan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang terkandung dalam Piagam PBB dan terhadap hukum internasional lainnya, terutama keputusan UNESCO tahun 2016 yang menetapkan Aqsha merupakan situs suci umat Islam.

2. Menyerukan kepada PBB untuk segera mengambil tindakan nyata agar zionis Israel menghormati hukum internasional, termasuk melindungi tempat ibadah dan HAM warga yang berada di wilayah pendudukan.

MUI dan Ormas Islam juga menyerukan kepada PBB untuk menempatkan pasukan perdamaian di Palestina untuk melindungi rakyat Palestina dari kekejaman Israel.

3. Mendesak kepada negara anggota OKI dan Liga Arab untuk bersatu melawan semua kejahatan Israel dan menuntut penguasa Israel ke International Criminal Court (ICC) atas semua kejahatan kemanusiaan yang dilakukan terhadap warga Palestina selama ini.

MUI dan Ormas ISLAM Indonesia juga menyerukan negara-negara Islam lainnya untuk bersatu menggalang semua potensi baik politik, ekonomi, sosial budaya, dan milter untuk menghadapi arogansi dan agresi zionisme Israel

4. Menyerukan kepada Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk melakukan langkah-langkah yang lebih konstruktif dan nyata untuk menekan Israel, dengan mendukung pemberian sanksi atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Zionis Israel.

Amerika harus mengembalikan kepercayaan internasional dengan menekan Israel dan mendorong PBB untuk menetapkan sanksi kepada Israel atas pelanggaran HAM berat yang telah dilakukannya.

5. Menyerukan kepada semua negara anggauta OKI, Liga Arab dan masyarakat internasional untuk mengambil langkah yang tegas terhadap Israel termasuk menunjau kembali hubungan diplomatik yang sudah dibangun dengan Israel.

6. Menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang telah dengan sungguh-sungguh memainkan peran penting dalam membantu perjuangan rakyat dan bangsa Palestina.

MUI dan Ormas-ormas Islam terus mendorong Pemerintah untuk terus tampil di garda depan bersama masyarakat internasional dan negara-negara Islam lainnya dalam penyelesaian konflik Israel-Pelastina, serta memastikan pemerintah Israel bersedia mematuhi hukum internasional, termasuk perlindungan Masjid Aqsha sebagai situs suci umat Islam dan jamaah yang beribadah di dalamnya.

7. Menyerukan kepada faksi-faksi di Palestina untuk menghentikan konflik internal antar mereka, dan memperkokoh persatuan dalam rangka meningkatkan harkat hidup bangsa palestina dan menghadapi penjajahan Israel.

MUI beserta Ormas Islam Indonesia juga menyerukan persatuan kemanusiaan untuk menghadapi penjajahan Israel atas bangsa Palestina

8. Menyerukan kepada umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia untuk memanjatkan doa kepada Allah swt bagi keselamatan Masjid Aqsha dan jamaahnya dari serangan zionis Israel, memanfaatkan media social untuk menggalang dukungan bagi pembebasan masjid Aqsha dan Palestina dari penjajahan Israel.

9. Mengapresiasi yang tinggi kepada semua komunitas aktivis, lembaga kemanusiaan, media massa (koran, Radio, TV) dan kekuatan civil society di Indonesia yang selama ini juga telah ikut berperan proaktif melakukan aksi kemanusiaan membela rakyat Palestina.

MUI dan Ormas-ormas Islam senantiasa mendorong kepada semua komunitas dan Lembaga kemanusiaan Indonesia dan negara-negara lain untuk terus melakukan aksi nyata melawan kejahatan zionis Israel serta menyerukan dukungan bagi pembebasan masjid Aqsha dan Palestina dari penjajahan Israel.

10. MUI dan Ormas Islam Indonesia senantiasa mendukung perjuangan rakyat Palestina meraih kemerdekaannya dari penjajahan Zionis Israel, dengan melakukan penggalangan dana bantuan bagi rakyat Palestina, khususnya di al-Quds agar mereka tidak terusir dari negerinya sendiri.