Sikap Posesif Pasangan Tidak Bisa Diubah Begitu Saja dengan Cinta

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Kita semua pernah punya pengalaman atau kisah tentang cinta. Kita pun bisa memaknai arti cinta berdasarkan semua cerita yang pernah kita miliki sendiri. Ada tawa, air mata, kebahagiaan, kesedihan, dan berbagai suka duka yang mewarnai cinta. Kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Februari 2021: Seribu Kali Cinta ini menghadirkan sesuatu yang baru tentang cinta. Semoga ada inspirasi atau pelajaran berharga yang bisa dipetik dari tulisan ini.

***

Oleh: Fitria Nur Barokah

Pernahkah kita berada dalam suatu hubungan dan merasa bahwa dia adalah orang yang tepat? Dan terkadang kesalahan apa pun yang telah dia lakukan akan tetap kita maafkan nantinya. Kalau memang iya mungkin itu yang terjadi terhadap sahabatku beberapa bulan belakangan ini. Beruntungnya dia sudah mengakhiri hubungannya sekarang.

Sahabatku pertama kali mengenal sosok laki-laki tersebut di sebuah tempat wisata di daerah Jogja. Berawal dari saling bertukaran nomor HP hingga sahabatku memutuskan untuk menjalin hubungan setelah mengenal lebih dekat satu sama lain selama hampir sebulan.

Awal Kisah

Laki-laki tersebut termasuk tipikal laki-laki tahu bagaimana cara memperlakukan seorang perempuan. Hal-hal seperti mengirimi pesan manis sebelum tidur hingga menyanyikan sebuah lagu karena laki-laki tersebut jago bermain gitar juga menjadi salah satu alasan mengapa sahabatku mau menjalin hubungan dengan laki-laki tersebut.

Perubahan

Ilustrasi/copyright shutterstock/shisu_ka
Ilustrasi/copyright shutterstock/shisu_ka

Namun lama kelamaan sahabatku mulai merasa tidak nyaman dengan perlakuan pacarnya tersebut yang cenderung terkesan posesif. Bahkan laki-laki tersebut bukan hanya melarang sahabatku untuk berteman dengan teman lawan jenis tapi juga melarang sahabatku untuk pergi bermain bersama teman perempuannya.

Meskipun begitu sahabatku yang berkali-kali curhat ingin memutuskan hubungannya pada akhirnya tetap berusaha untuk mempertahankan hingga hampir empat bulan berjalan.

Sahabatku bahkan berusaha memaklumi pacarnya yang terkadang berkata kasar jika mereka sedang bertengkar melalui pesan singkat. Meskipun lelaki tersebut tidak pernah melakukan kekerasan secara fisik tapi hal itu tetap membuat kesehatan mental sahabatku menjadi terganggu karena luapan emosi negatif yang sering dilakukan oleh pacarnya.

Akhir Kisah

Selama menjalin hubungan sahabatku dengan pacarnya pernah beberapa kali putus nyambung. Dan tentu saja alasan sahabatku mau kembali menjalin hubungan karena dia berharap bahwa pacarnya akan berubah.

Namun lama kelamaan karena tidak terdapat perubahan di antara keduanya membuat sahabatku akhirnya bertekad untuk meninggalkan pacarnya tanpa mempedulikan ancaman dan kalimat kasar yang seringkali digunakan.

Dari kisah tersebut ada banyak hal yang dapat kita ambil pelajarannya, salah satunya adalah kenalilah calon pasangan kita sebelum memutuskan untuk serius menjalin hubungan. Karena jika kita sudah telanjur terjerumus maka hanya kita sendiri yang dapat menyelamatkan diri kita sebelum berjalan lebih jauh lagi dan merugikan diri sendiri.

#ElevateWomen