Sikap Rasis Istri Bikin Merana, Pemain Ini Terpaksa Putus Kontrak

Pratama Yudha

VIVA – Pil pahit harus ditelan winger LA Galaxy, Aleksandar Katai akibat dari perbuatan istrinya, Tea Katai. Pemain asal Serbia itu terpaksa mengakhiri kontraknya dengan LA Galaxy lantaran pasangannya mengunggah sebuah pernyataan berbau kekerasan dan rasisme.

Kasus rasisme tengah menjadi perbincangan hangat dunia setelah memicu kerusuhan di Amerika Serikat, khususnya wilayah Minneapolis. Kerusuhan pecah akibat tindakan keji polisi kulit putih terhadap warga kulit hitam bernama George Floyd.

Pria Afro-Amerika itu meninggal akibat ulah dari polisi setempat, Derek Chauvin, yang bertindak kasar dalam upaya penangkapan Floyd. Dia mengunci leher Floyd dengan lututnya. Hingga akhirnya, Floyd meninggal.

Peristiwa tersebut akhirnya memantik demostrasi dari warga yang berujung pada kerusuhan massal. Bangunan dirusak dan massa menjarah barang-barang di sekitar.


Situasi mencekam tersebut membuat Tea gusar dan akhirnya menumpahkan kekesalannya lewat media sosial Instagram. Wanita tersebut mengunggah sejumlah komentar yang bernada rasis terhadap pendemo 'Black Lives Matter'. Menggunakan bahasa Serbia, ia menulis agar orang-orang yang protes dibunuh.

Selain itu, dia juga menyebut para pendemo sebagai 'kumpulan ternak yang menjijikkan'.

Sontak saja, unggahan tersebut mengundang reaksi negatif. Membuat Aleksandar Katai selaku suami ikut terseret. Dan akhirnya dia harus merelakan kariernya bersama LA Galaxy berakhir.

Ya, kedua belah pihak diklaim telah sepakat untuk mengakhiri kontrak sejak Jumat 5 Juni 2020. Keputusan ini diambil sebagai konsekuensi dari tindakan yang dilakukan oleh Tea.

"LA Galaxy bersama dengan komunitas warna kulit, terutama untuk komunitas warga kulit hitam, dalam protes dan perjuangan melawan rasisme yang sistematis, ketidaksetaraan sosial, fanatisme, dan kekerasan," demikian pernyataan resmi LA Galaxy dikutip The Sun.

Katai juga mengunggah sebuah pernyataan yang cukup panjang lewat akun Instagram pribadinya. Intinya, dia meminta maaf dan bertanggung jawab penuh atas kesalahan yang dilakukan keluarganya.

"Unggahan yang dibuat oleh istri saya, Tea Katai, di media sosialnya tidak bisa diterima. Pemandangan itu bukan seperti yang saya bagikan dan tak bisa ditoleransi dalam keluarga saya," tulis Katai.

"Ini murni kesalahan dari keluarga saya dan saya mengambil tanggung jawab penuh. Saya akan memastikan keluarga saya akan belajar, memahami, mendengarkan, dan mendukung gerakan komunitas warga kulit hitam," jelasnya.

Baca juga

Pesan Berkelas Pogba dan Rashford Demi Suarakan Keadilan untuk Floyd

2 Pemain Barcelona Batal Merapat ke ManCity