Sikap Tegak Sempurna, Ini Pernyataan Lengkap Ferdy Sambo Usai Dipecat dari Polri

Merdeka.com - Merdeka.com - Sidang etik Polri memutuskan Irjen Pol Ferdy Sambo dipecat secara tidak hormat. Diketahui, Ferdy terlibat pembunuhan berencana ajudannya, Brigadir J pada 8 Juli lalu.

Dalam putusan sidang etik itu, Ferdy Sambo mengakui semua perbuatan yang dituduhkan. Namun, dia tak berhenti di situ saja.

Ferdy mengajukan banding atas putusan tersebut. Meskipun, dia menegaskan, apapun putusan atas banding tersebut, akan dilaksanakan.

Berikut pernyataan Ferdy Sambo di sidang etik dengan tegak dan sikap sempurna di depan majelis hakim:

Mohon izin, sebagaimana kami sampaikan di atas persidangan dan didengarkan putusan. Kami mengakui semua perbuatan serta menyesali semua perbuatan yang kami telah lakukan terhadap institusi Polri.

Namun, mohon izin sesuai dengan Pasal 69 Perpol 7/2022 izinkan kami mengajukan banding. Apapun putusan banding kami siap untuk melaksanakan.

Mohon izin, ketua hakim majelis dan wakil ketua. Izinkan kami menyampaikan tembusan permohonan maaf tertulis kami kepada Senior, kepada rekan-rekan sejawat anggota Polri atas perilaku pelanggaran kode etik yang sudah kami lakukan menyebabkan jatuhnya kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri.

Surat ini sudah kami sampaikan kepada bapak Kapolri, kita mohon izin juga menyampaikan kepada ketua majelis dan komisi kode etik pada saat ini.

Permohonan maaf kepada senior dan rekan-rekan Perwira Tinggi, Perwira Menengah, Perwira Pertama dan rekan Bintara Polri.

Rekan dan Senior yang saya hormati,

Dengan niat yang murni dan tulus saya ingin menyampaikan rasa penyesalan dan permohonan maaf yang mendalam atas dampak yang muncul secara langsung pada jabatan yang senior dan rekan-rekan jalankan dalam institusi Polri atas perbuatan yang saya lakukan.

Saya meminta maaf kepada Senior dan rekan-rekan semua, yang secara langsung merasakan secara langsung akibatnya. Saya mohon permintaan maaf saya dapat diterima dan saya menyatakan siap untuk menjalankan setiap konsekuensi sesuai hukum yang berlaku.

Saya juga siap menerima tanggung jawab dan menanggung seluruh akibat hukum yang dilimpahkan kepada senior dan rekan-rekan yang terdampak.

Semoga kiranya, rasa penyesalan dan permohonan maaf ini dapat diterima dengan terbuka dan saya siap menjalani proses hukum ini dengan baik. Sehingga segera mendapatkan keputusan yang membawa rasa keadilan bagi semua pihak.

Terima kasih. Semoga Tuhan senantiasa melindungi kita semua.

Terima kasih yang Mulia.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar [rnd]