Siklon Tropis Seroja adalah Cuaca Ekstrem dari Siklon Tropis, Ini Dampak Buruknya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Potensi terjadinya siklon tropis Seroja adalah cukup tinggi di wilayah Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Utara bagian barat, Samudera Hindia bagian utara dan selatan, serta Australia dan Pasifik Selatan. Siklon tropis Seroja merupakan cuaca ekstrem yang berkembang dari bibit siklon tropis.

Siklon tropis 99s ini memiliki potensi bahaya yang luar biasa hebat. Siklon tropis Seroja adalah berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Berupa angin puting beliung, banjir, longsor, hujan es, badai salju, hujan lebat, hujan salju, sampai bencana kekeringan ektrem.

Tanda dari siklon tropis Seroja adalah angin kencang, hujan lebat, dan tekanan atmosfer yang rendah. Wilayah pesisir yang mengalami siklon tropis Seroja adalah berpotensi dengan gelombang tinggi. Gelombang ini mencapai lebih kurang dari ketinggian 1 meter sampai 6 meteran.

Berikut Liputan6.com ulas siklon tropis Seroja, dampak buruk, daerah pertumbuhan, dan peristiwanya di Indonesia dari berbagai sumber, Senin (5/4/2021).

Mengenal Siklon Tropis Seroja

Sistem cuaca yang tidak disebutkan namanya dapat berkembang menjadi siklon tropis selama dua hari ke depan. (AFP)
Sistem cuaca yang tidak disebutkan namanya dapat berkembang menjadi siklon tropis selama dua hari ke depan. (AFP)

Siklon tropis Seroja adalah bibit yang berkembang dari siklon tropis. Siklon tropis 99s adalah nama awal siklon tropis Seroja. Siklon tropis merupakan bentuk peristiwa topan atau badai. Peristiwa ini ditandai dengan angin kencang, hujan lebat, dan tekanan atmosfer yang rendah.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 km. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 °C. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

Siklon tropis Seroja adalah kombinasi ketiga peristiwa tersebut yang terjadi lebih ekstrem. Tak heran bila cuaca ekstrem dari siklon tropis Seroja adalah berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Siklon inipun dapat menjadi ancaman yang cukup membahayakan keberadaan penduduk di suatu wilayah.

Bencana Akibat Siklon Tropis Seroja

Kilatan petir yang bercabang terlihat menyambar saat badai pagi hari melanda dataran Santa Rosa dekat Healdsburg, California pada 16 Agustus 2020. (Kent Porter / The Press Democrat via AP)
Kilatan petir yang bercabang terlihat menyambar saat badai pagi hari melanda dataran Santa Rosa dekat Healdsburg, California pada 16 Agustus 2020. (Kent Porter / The Press Democrat via AP)

Bencana hidrometeorologi yang menjadi dampak buruk siklon tropis Seroja adalah dapat merusak, membahayakan, sampai menyebabkan hilangnya nyawa penduduk dengan wilayah siklon tersebut. Bencana dampak siklon Seroja adalah berupa angin puting beliung, banjir, longsor, hujan es, badai salju, hujan lebat, hujan salju, sampai bencana kekeringan ektrem.

Apabila terjadi di wilayah dengan ciri khas iklim tropis, siklon tropis Seroja adalah begitu berdampak pada cuaca wilayahnya. Siklon tropis Seroja adalah memicu adanya potensi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat, disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang. Dampak buruk siklon tropis Seroja adalah semakin parah bila terjadi di suatu wilayah pesisir.

Wilayah pesisir yang mengalami siklon tropis Seroja adalah akan mendapat ancaman gelombang tinggi yang ekstrem. Gelombang ekstrem akibat siklon tropis Seroja adalah bisa mencapai lebih kurang dari ketinggian 1 meter sampai 6 meteran. Beberapa wilayah dengan daerah pertumbuhan siklon ini perlu mewaspadainya.

Daerah Pertumbuhan Siklon Tropis Seroja

Ilustrasi Peta. (Photo by Capturing the human heart. on Unsplash)
Ilustrasi Peta. (Photo by Capturing the human heart. on Unsplash)

Ada beberapa daerah pertumbuhan siklon tropis yang memiliki potensi siklon tropis Seroja. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan diameter wilayah yang mengalami gale force wind merupakan ukuran siklon tropis.

Dalam penjelasan lanjutan tersebut, daerah pertumbuhan siklon tropis mencakup Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Utara bagian barat, Samudera Hindia bagian utara dan selatan, Australia dan Pasifik Selatan. Sekitar 2/3 kejadian siklon tropis terjadi di belahan bumi bagian utara.

Sekitar 65% siklon tropis terbentuk di daerah antara 10° - 20° dari ekuator, hanya sekitar 13% siklon tropis yang tumbuh di atas daerah lintang 20°, sedangkan di daerah lintang rendah (0° - 10°) siklon tropis jarang terbentuk.

Peristiwa Siklon Tropis Seroja di Indonesia

Ilustrasi BMKG. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Ilustrasi BMKG. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem akibat siklon tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT). Peringatan tersebut diberlakukan tanggal 5 April 2021 pukul 07.00 WIB sampai 6 April 2021 dengan waktu yang sama.

Peristiwa siklon tropis Seroja di Indonesia ini menurut penjelasan dari Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, Senin (5/4/2021) terjadi dengan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari barat laut-timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah selatan umumnya bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin 5-45 knot.

Saat bibit siklon 99S atau siklon tropis Seroja ini menguat, berdasarkan keterangan Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Agung Sudiono di Kupang, Sabtu (3/4/2021) maka akan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dalam periode tiga hari.

Terutama di sejumlah wilayah yaitu Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan. Selain itu ada Kabupaten Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Nagekeo, Ende, Ngada, Sikka, sebagian Flores Timur, Lembata, Alor, dan Sumba Timur.

Dampak Buruk Siklon Tropis Seroja di Indonesia

Ilustrasi gelombang Tinggi. (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Ilustrasi gelombang Tinggi. (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

1. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dengan petir dan angin kencang di wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan. Selain itu ada Kabupaten Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Nagekeo, Ende, Ngada, Sikka, sebagian Flores Timur, Lembata, Alor, dan Sumba Timur.

2. Gelombang laut tinggi antara 1.25-2.50 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan timur Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, perairan Kepulauan Kangean, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Lombok bagian utara.

3. Gelombang laut dengan ketinggian 2.50-4 meter berpeluang terjadi di Perairan barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, perairan Selatan Jawa Tengah hingga Pulau Sumba dan Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan

4. Gelombang laut dengan ketinggian 4-6 meter yang berpeluang terjadi di Perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudera Hindia Selatan Banten hingga Jawa Tengah, perairan Pulau Sawu, perairan Kupang-Pulau Rotte dan Laut Sawu.