Sikon COVID-19 Membaik, Menlu Retno Minta Status Redlist Indonesia Dicabut

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi meminta beberapa negara yang masih menerapkan status redlist terhadap Indonesia untuk segera merevisinya.

Permintaan itu datang ketika Indonesia telah menunjukkan perbaikan situasi dan kondisi pandemi COVID-19 di dalam negeri, sebut Retno.

"Secara khusus, terhadap beberapa negara yang masih menerapkan redlist, saya minta agar situasi di Indonesia saat ini dapat dipertimbangkan untuk mengubah status redlist tersebut. Satu contoh, Perancis sudah mengeluarkan Indonesia dari redlist," jelas Menlu Retno dalam keterangan pers, Sabtu (25/9/2021).

Retno menyampaikan kepada dunia bahwa situasi COVID-19 di Indonesia sudah semakin membaik "karena berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah, baik berupa percepatan vaksinasi maupun aturan-aturan yang lainnya terkait dengan protokol kesehatan."

Menlu juga menjelaskan bahwa positivity rate di Indonesia saat ini rata-rata di bawah 2%, di bawah standar WHO sebesar 5%, di mana sebelumnya sempat mencapai titik 31%.

AS Sumbang Vaksin COVID-19 untuk Indonesia

Ilustrasi vaksinasi Covid-19 di Indonesia (Liputan6.com / Triyasni)
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 di Indonesia (Liputan6.com / Triyasni)

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga mengungkapkan bahwa Indonesia akan kembali menerima sumbangan vaksin COVID-19 dari Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Total 800.000 vaksin COVID-19 tersebut akan disumbangkan oleh Negeri Paman Sam ke RI melalui inisiatif pemerataan distribusi vaksin global COVAX Facility.

Retno, selepas mengadakan pertemuan dengan US Under Secretary for Political Affairs Victoria Nulan, menjelaskan bahwa "AS kembali menyampaikan keputusan untuk memberikan tambahan vaksin kepada Indonesia melalui COVAX Facility sebesar kurang lebih 800.000 dosis."

"Jadi sekali lagi, ada komitmen baru menambah vaksin 800.000 dosis melalui Covax Facility dan dalam waktu dekat akan tiba di Indonesia," jelas Retno saat memberikan keterangan pers pada Sabtu, 25 September 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel