Silatnas Demokrat, SBY Tidak Soroti Korupsi Kader  

TEMPO.CO, Sentul - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengakui elektabilitas partainya turun. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam pidato pembekalan Silaturahmi Nasional Demokrat di Sentul International Convention Center hari ini, Sabtu, 15 Desember 2012.

"Elektabilitas Demokrat menurun. Pada pemilu mendatang, beliau mengatakan, Demokrat harus menjawab tantangan tersebut," kata Ketua Divisi Hubungan Eksternal Partai Demokrat Andi Nurpati. Pidato tertutup tersebut disampaikan di hadapan ribuan kader Demokrat yang datang dari seluruh wilayah Indonesia.

Andi mengatakan, SBY tak menyinggung apa yang menjadi sebab turunnya elektabilitas Demokrat. SBY juga tak mengungkit kasus-kasus korupsi yang melibatkan petinggi-petinggi partai. Presiden juga memaparkan strategi dan taktik yang harus dilakukan Demokrat untuk unggul dalam pemilu mendatang. Tapi Andi enggan menjelaskan paparan SBY soal strategi dan taktik tersebut.

Setahun terakhir, banyak petinggi Demokrat tersangkut kasus korupsi. Mulai dari mantan Bendahara Umum M. Nazaruddin, anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Angelina Sondakh, dan terakhir mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng.

Mengenai elektabilitas Demokrat, salah satu lembaga survei, Indonesia Network Election Survey, menyebutkan bahwa elektabilitas Demokrat pada bulan November tinggal 8,4 persen. Jauh di bawah Golkar 22,1 persen; PDI Perjuangan 17,4 persen; dan Gerindra 14,3 persen. Penyebabnya adalah banyaknya kader Demokrat yang terlibat perkara korupsi.

ANANDA BADUDU

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.