Silent Man, Pria Pemicu Kemacetan di Inggris Selama 7 Tahun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, London - Seorang pria Inggris yang diberi julukan 'Silent Man' menjadi penyebab banyak kemacetan lalu lintas di kotanya selama 7 tahun terakhir dengan hanya berdiri di tengah lalu lintas.

Melansir laman Oddity Central, Kamis (26/8/2021), ia tak pernah mengucapkan sepatah kata pun. Tidak ada yang tahu mengapa ia melakukan hal tersebut.

Sejak 2014, David Hampson telah berulang kali menghambat lalu lintas dengan berdiri di tempat yang sama persis, di tengah jalanan. Pria 51 tahun itu dituntut berperilaku kriminal yang melarangnya menghalangi jalan raya umum di Inggris dan Wales, tetapi tindakannya di masa lalu menunjukkan ia tak peduli pada tuduhan semacam itu.

Pada 2018, David dijatuhi hukuman 3 tahun penjara karena memblokir jalan di tempat yang sama persis seperti biasa, yakni tepat di luar kantor polisi pusat Swansea. Seperti biasa pula, ia menolak memberi penjelasan atau mengatakan apa pun tentang tindakan anehnya.

Pada Desember 2020, hal sama terjadi terakhir kali ia memutuskan untuk memblokir jalan. Sekarang, ia menghadapi tuntutan pidana.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tak Pernah Kapok

Ilustrasi penjara (AFP)
Ilustrasi penjara (AFP)

Karena Silent Man tak pernah berbicara pada siapa pun tentang motif tindakan yang selalu dilakukannya setiap beberapa bulan, tidak ada yang tahu mengapa ia terus memblokir jalan di tempat yang sama.

Saksi mata, termasuk polisi mengatakan kepada pengadilan Swansea bahwa David dapat berbicara. Bahkan salah satu orang menggambarkan David sebagai pria yang sangat sopan yang akan mengucapkan terima kasih setelah mendapatkan apa yang ia minta.

David Hampson telah dipenjara 9 kali karena selama 7 tahun terakhir menyebabkan kemacetan lalu lintas. Hal tersebut tidak membuatnya kapok. Bahkan ketika ia diborgol dan ditangkap, ia menolak memberikan motif apa pun atas tindakannya.

"Entah David akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara atau sesuatu telah dilakukan untuk membantunya dengan masalah serius," kata Hakim Paul Thomas dalam sidang baru-baru ini. "Pengadilan ingin membantunya daripada menghukumnya, apakah ia bersedia membantu kita melakukan itu adalah masalah lain."

Hakim kemudian memerintahkan pemeriksaan psikiatri atas tindakan David, tetapi terdakwa menolak berbicara dengan dokter. Hakim juga meminta agar rekam medisnya diserahkan pada dokter, dengan harapan mereka dapat menemukan jawaban atas 2 teka-teki, mengapa ia konsisten memblokir lalu lintas di tempat yang sama, dan mengapa ia menolak untuk membicarakannya.

Reporter: Ielyfia Prasetio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel