Siloam Bagi-bagi Dividen, Lippo Karawaci Kantongi Rp125 Miliar

Fikri Halim
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pembagian dividen dan peningkatan kinerja PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) berdampak positif terhadap keuangan induk usahanya PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).

Emiten pengelola Rumah Sakit Siloam ini akan menyisihkan laba yang didapat untuk dibagikan sebagai dividen tahun buku 2020 senilai total Rp226 miliar.

Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) baru-baru ini. Sebagai pemegang 55,4 persen saham SILO, LPKR akan mengantongi dividen senilai Rp125,20 miliar.

"Pembagian dividen kepada para pemegang saham ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk fokus pada konsolidasi," ujar Head of Investor Relations Siloam International Hospital, Joel Ellis dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Mei 2021.

Konsolidasi keduanya pun sudah dibuktikan melalui kesepakatan LPKR dan SILO terkait perjanjian biaya sewa untuk 11 Rumah Sakit Siloam hingga tahun 2035. Kesepakatan baru terkait biaya sewa atas 11 RS Siloam itu efektif mulai 1 Januari 2021 untuk periode 14 tahun ke depan.

Analis Ciptadana Sekuritas Robert Sebastian menambahkan, pembagian dividen SILO memberikan dampak positif bagi LPKR. "LPKR akan diuntungkan dengan adanya pemasukan dari SILO, termasuk soal dividen," paparnya.

Menurut Robert, SILO pun berkontribusi cukup besar terhadap pendapatan LPKR, yakni sekitar 60 persen. Mengutip laporan keuangan per September 2020, total pendapatan LPKR mencapai Rp8,58 triliun, dengan konstribusi bisnis healthcare sejumlah Rp5 triliun.

Robert mengatakan, SILO menjadi salah satu motor kinerja LPKR pada tahun 2021. Apalagi kebutuhan layanan kesehatan meningkat selama pandemi COVID-19.

Pada kuartal I-2021, Siloam pun mencatat rekor laba bersih yang tinggi sebesar Rp150 miliar, tumbuh 672 persen dibandingkan Rp19,5 miliar pada kuartal I-2020. Pendapatan meningkat menjadi Rp1,91 triliun di Kuartal I-2021, tumbuh 32,5 persen dibandingkan Rp1,44 triliun pada Kuartal I-2020.

"Peluang SILO kembali bertumbuh pada tahun 2021 masih ada. Karena volume pasien diperkirakan bertambah ke depannya. Jadi saat ini trennya positif,” imbuh Robert.