Siloam Cetak Laba Rp 116,16 Miliar pada 2020

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Emiten rumah sakit, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba pada 2020.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (3/4/2021), PT Siloam International Hospitals Tbk meraih pendapatan Rp 7,11 triliun pada 2020. Realisasi pendapatan itu naik tipis 1,3 persen dari periode 2019 sebesar Rp 7,01 triliun.

Pendapatan itu disumbangkan dari kenaikan unit rawat jalan naik 16,58 persen dari Rp 1,79 triliun pada 2019 menjadi Rp 2,09 triliun pada 2020. Rawat inap turun dari Rp 1,4 triliun pada 2019 menjadi Rp 1,3 triliun.

Beban pokok pendapatan turun 0,80 persen dari Rp 4,81 triliun pada 2019 menjadi Rp 4,77 triliun pada 2020. Laba bruto tercatat Rp 2,33 triliun pada 2020. Realisasi pencapaian laba bruto itu tumbuh 5,95 persen dibandingkan 2019 sebesar Rp 2,19 triliun.

Perseroan mencatat beban usaha Rp 1,83 triliun pada 2020. Beban usaha itu turun dari periode 2019 sebesar Rp 1,87 triliun. Beban lain-lain turun dari Rp 430,16 miliar pada 2019 menjadi Rp 101,59 miliar pada 2020. PT Siloam International Hospitals Tbk pun meraup laba usaha Rp 390,58 miliar pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 100,27 miliar.

PT Siloam International Hospitals Tbk pun mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 116,16 miliar pada 2020. Periode sama tahun sebelumnya, perseroan alami rugi Rp 338,77 miliar. Dengan melihat kondisi itu, perseroan mencatat laba per saham Rp 71,52 pada 2020 dari periode 2019 sebesar Rp 208,38.

Total Liabilitas

Petugas menyiapkan alat kesehatan di tenda isolasi sementara di Rumah Sakit Siloam, Jakarta, Sabtu (7/3/2020). RS Siloam menyediakan fasilitas tenda isolasi sementara, ruangan dekontaminasi, pengecekan suhu tubuh guna mengantisipasi penyebaran virus corona COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas menyiapkan alat kesehatan di tenda isolasi sementara di Rumah Sakit Siloam, Jakarta, Sabtu (7/3/2020). RS Siloam menyediakan fasilitas tenda isolasi sementara, ruangan dekontaminasi, pengecekan suhu tubuh guna mengantisipasi penyebaran virus corona COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Total liabilitas perseroan mencapai Rp 2,40 triliun pada 2020. Total liabilitas itu naik dari periode 2019 sebesar Rp 1,75 triliun. Total ekuitas naik 0,51 persen menjadi Rp 6,01 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,98 triliun.

Total aset tumbuh 8,86 persen dari Rp 7,74 triliun pada 2019 menjadi Rp 8,42 triliun pada 2020. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 907,53 miliar pada 2020.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 1 April 2021, saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) naik 12,14 persen menjadi Rp 5.450 per saham. Saham SILO dibuka naik 130 poin menjadi Rp 4.990 per saham.

Saham SILO sempat berada di level tertinggi Rp 5.475 dan terendah Rp 4.990 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.181 kali dengan nilai transaksi Rp 6,1 miliar.

Negosiasi Perjanjian Sewa

Selain itu, Siloam telah berhasil negosiasi terkait perjanjian sewa untuk 11 unit rumah sakit dengan Lippo Karawaci dan telah mengamankan sewa dari rumah sakit tersebut untuk 15 tahun dimulai pada 2021.

Hal ini merupakan pencapaian dalam meningkatkan kepastian dalam sewa rumah sakit dan memungkinkan perseroan untuk mengamankan sewa dari rumah sakit strategis untuk 15 tahun ke depan dengan harga kompetitif.

Berikut rinciannya:

-Pada 2021, biaya sewa terhadap pendapatan per rumah sakit 6 persen

-Pada 2022, biaya sewa terhadap pendapatan per rumah sakit 6,1 persen

-Pada 2023, biaya sewa terhadap pendapatan per rumah sakit 6,2 persen

-Pada 2024, biaya sewa terhadap pendapatan per rumah sakit 6,3 persen

-Pada 2025, biaya sewa terhadap pendapatan per rumah sakit 6,4 persen

-Pada 2026, biaya sewa terhadap pendapatan per rumah sakit 6,4 persen

-Pada 2027-2035, biaya sewa terhadap pendapatan per rumah sakit 6,5 persen

Restrukturisasi ini akan efektif terhitung sejak 1 Januari 2021 dan dengan jangka waktu 15 tahun. Manajemen telah melakukan penilaian perubahan struktur ini mendatangkan keuntungan secara ekonomis bagi Perseroan jika dibandingkan dengan membiarkan sewa hingga perjanjian berakhir dan kemudian membayar pada harga pasar di saat itu.

‘Saya puas bahwa Siloam dan Lippo Karawaci telah berhasil mencapai kesepakatan untuk perjanjian sewa terhadap 11 rumah sakit. Perjanjian sewa yang baru ini memberikan kepastian dan keberlanjutan kepada semua pihak dan seluruh pemegang saham,” ujar Presiden Direktur Siloam Ketut Budi Wijaya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini