Siloam Mau Buka RS di Kawasan CITO Surabaya, Ini Fasilitasnya

Daurina Lestari, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVASiloam Hospitals Group (SHG) bersiap-siap untuk membuka rumah sakit di kawasan mixed use City of Tomorrow (Cito) Surabaya, Jawa Timur. Diharapkan, keberadaan RS Siloam Cito nantinya turut mendukung pertumbuhan dan kemajuan ekosistim kesehatan di Indonesia, lebih-lebih di masa pandemi COVID-19.

RS Siloam Cito adalah rumah sakit ke-40 yang didirikan SHG. Head of Public Relations Siloam, Danang Kemayan Jati menuturkan, RS Siloam Cito sudah disiapkan sejak tahun 2014 lalu.

“Rencana awal pembukaan dan pengoperasian RS ini dijadwalkan mundur di 2021/2022," katanya dalam keterangan tertulis diterima pada Minggu, 31 Januari 2021.

Sejalan dengan imbauan dan SK Menteri Kesehatan, Siloam akan mengalokasikan sebagian tempat tidurnya untuk penanganan pasien COVID-19. "RS ini secara fisik semua sudah siap untuk dibuka dan sudah siap operasional dengan 185 tempat tidur (TT) dengan jumlah ICU 15 TT. Jika diizinkan kami akan buka dalam waktu 10 hari dengan 105 TT di fase pertama,” ujar Danang.

RS Siloam Cito disebut akan menjadi rumah sakit komprehensif bertaraf internasional dengan layanan kesehatan, peralatan dan tenaga medis yang terbaik. Apalagi, meskipun baru, RS ini didukung sepenuhnya secara total oleh SHG yang sudah terbukti selama lebih dari 25 tahun dengan mengoperasikan 39 RS secara nasional.

Baca juga: Baznas Sebut Pernyataan Said Aqil Soal Dana Masuk ke ISIS Guyonan

Secara fisik dan peralatan medis juga tidak perlu diragukan karena semua sudah terencana, dan dipersiapkan dengan baik. "Dari hari pertama operasionalnya, RS ini sudah terjamin standar kualitas dan pelayanan medisnya. SDM-nya juga terjamin. Jadi, tidak perlu diragukan lagi,” ucap Danang.

Kendati berada di kawasan Cito, Danang menuturkan infrastruktur dan fasilitas RS Siloam Cito terpisah dan independen. Itu termasuk fisik dan sistem kelistrikan, genset, HVAC, sistem gas medis, dan sistem STP/IPAL.

RS ini juga dilengkapi dengan sistem negative pressure khusus untuk penanganan pasien COVID-19, dan memiliki pintu akses tersendiri, serta elevator tersendiri atau terpisah.

Terkait limbah pembuangan medis, limbah cair dan TPS B3, RS Siloam Cito sudah memiliki sistem terpisah, dan mengimplementasikan standar tinggi untuk operasional RS. “Ini bukan pertama kali RS berada di dalam mixed use. Karena di luar negeri, khususnya di kota-kota padat penduduk, hal itu lazim,” kata Danang.