Simak 10 Kutipan Investasi dari Jeff Bezos hingga Warren Buffett

·Bacaan 9 menit

Liputan6.com, Jakarta - Para ekonom, investor dan pimpiman perusahaan mendapat reputasi buruk efek tersendat keuangan. Beberapa di antaranya terampil menggunakan kata-kata seperti halnya mengotak-atik angka untuk berinvestasi.

Mulai dari ikon masa kini seperti Jeff Bezos hingga Warren Buffett. Tokoh-tokoh itu sangat ahli bermain frasa sehingga menghasilkan kalimat yang sarkas.

Mereka menuturkan kata dan frasa menjadi kalimat sindiran yang menghibur untuk dibaca. Semuanya mengandung pelajaran penting untuk dipelajari para investor baik yang sudah berpengalaman atau pun orang-orang yang baru memulai terjun ke dunia investasi.

Berikut 10 kutipan investasi dilansir dari laman Yahoo Finance, Minggu (10/10/2021):

10. Peter Lynch

“Saya selalu berinvestasi dengan penuh,”

Peter Lynch adalah investor Amerika yang mengubah Fidelity’s Magellan Fund menjadi reksa dana dengan kinerja terbaik di dunia selama pengelolaannya berada di bawah kekuasaannya dari 1977-1990.

Lynch menerbitkan sebuah buku berjudul One Up On Wall Street pada 1989. Di buku itu, Lynch menjelaskan bagaimana musim panas tahun 1982 merupakan waktu yang menghancurkannya di pasar saham.

Ketika baru membeli rumah baru, dia khawatir apakah dia mampu mengelola pembayaran hipotek yang tinggi. Untungnya nasib berbalik dalam semalam. Pasar melonjak tidak terkendali pada tingkatan menuju puncak. Selama musim panas, investor lenggah karena keraguan saat

meraba-raba untuk membeli kembali saham yang mereka tinggalkan atau dijual. Semua orang melakukan seperti itu kecuali Lynch.

Lynch masih berinvestasi penuh pada musim panas layaknya di musim lainnya. Dia berpikir harus tetap menatap ke depam. Dia pun tidak terganggu oleh pasang surut saham sehari-hari atau bahkan penurunan tajam yang luar biasa.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Charlie Munger

(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)
(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)

9. Paul A. Samuelson

“Anda tidak boleh berspekulasi kecuali dengan uang yang Anda mampu untuk kehilangan,” ujar Paul Samuelson.

Samuelson adalah orang Amerika Serikat pertama yang memenangkan penghargaan Nobel di bidang ekonomi pada 1970. Dalam sebuah wawancara dengan New York Times tahun 1971, ada beberapa kebijaksanaan yang keluar dari mulutnya.

Akademisi itu menyesalkan investor yang minim informasi sehingga sering jatuh ke dalam perangkap demi mencari nasihat dari manajer keuangan untuk memotivasi diri sendiri. Lalu menyaksikan biaya yang terlibat dalam investasi mulai “berkurang” dari waktu ke waktu.

“Kecuali jika Anda mengetahui sesuatu tentang apa yang Anda lakukan,” tambah Samuelson.

Dalam hal ini, yang terbaik adalah mengandalkan saran profesional untuk membantu menemukan investasi yang sesuai dengan risiko Anda dan memberikan pengembalian yang optimal untuk tetap berada di atas inflasi. Untungnya, semakin mudah mendapat konsultasi profesional lebih mudah dan terjangkau.

8. Charlie Munger

"Menunggu itulah hal yang membantu Anda sebagai investor, sayangnya banyak orang tidak sabar menunggu. Jika Anda tidak mendapatkan rasa kepuasan yang ditangguhkan, Anda harus bekerja sangat keras untuk mengatasinya.” Kutipan Munger berasal dari wawancara bersama The Wall Street Journal tahun 2014.

Murger merupakan tangan kanan Warren Buffet di Berkshire Hathaway. Setelah 60 tahun bekerja sama, mereka menjalin persahabatan yang sangat erat, berbagi strategi investasi dan keduanya gemar mangamati perubahan pasar saham.

Salah satu faktor penting yang menjadikan mereka sebagai miliarder adalah kesabaran yang tidak terbatas. Seperti Buffett, tujuan Munger selalu bagaimana menghasilkan banyak uang meskipun membutuhkan waktu cukup lama.

Layaknya banyak investor cerdas, Munger lebih percaya pada pertumbuhan jangan panjang daripada sekadar iseng belaka dan tidak panik saat investasinya tidak mengalami perkembangan.

Walaupun rasanya sulit meihat orang lain mendapat uang tunai ketika pertaruhan mereka membuahkan hasil dalam waktu singkat.

Bagi dirinya sulit untuk memberi tahu seorang pria yang memiliki kekayaan bersih USD 2 miliar atau sekitar Rp 28,5 triliun dengan estimasi kurs Rp 14.264 per dolar AS bahwa strategi itu tidak berhasil.

Rincian

Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)
Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

7. John C. Bogle

“Jangan cari jarumnya, belilah tumpukan jeraminya.” John C. Bogle, pendiri Vanguard Group, menulis buku tentang investasi berjudul The Little Book of Common Sense Investing yang terbit tahun 2007.

Kedengarannya seperti Bogle menyuruh untuk berinvestasi tanpa pandang bulu dalam segala hal. Tetapi sebenarnya Bogle serius berbicara tentang kekuatan reksa dana indeks. Alih-alih menghabiskan waktu untuk membeli berlian, reksa dana indeks memungkinkan Anda untuk membeli berbagai bisnis lainnya.

Pendekatan ini tidak hanya berisiko kecil, tetapi cenderung lebih menguntungkan. Reksa dana indeks memiliki biaya minimal dan kinerjanya lebih baik daripada portofolio mewah yang dikelola oleh pematik saham profesional.

Untuk masuk ke reksa danaindeks dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti melalui perusahaan reksa dana hingga diskon broker. Cara paling cepat dan mudah yaitu menggunakan salah satu aplikasi investasi populer.

6. Mark Twain

"Oktober, ini adalah salah satu bulan yang sangat berbahaya untuk berspkeluasi saham. Bulan lainnya Juli, Januari, September, April, November, Mei, Maret, Juni, Desember, Agustus, dan Februari," ujar dia.

Ingat, Anda belajar dari banyaknya kegagalan yang menyebabkan kesuksesan. Penulis ini menghasilkan banyak uang dari tulisan, sebagai dosen dan pernikahannya. Hal tersebut sirna seketika, tak kala dia bangkrut akibat investasi yang buruk dan skema kaya dengan jalur instan.

Setelah bertahun-tahun terbit, pada 1894 Twain's The Tragedy of Puddn&39;head Wilson memasukkan pengamatan sarkastik ini di awal sebuah bab.

Untuk sesuatu yang dimulai sebagai garis sekali pakai, ‘Efek Mark Twain’; telah mengambil kehidupannya sendiri. Kutipan ini sering disebut ketika pasar saham melaporkan pengembalian yang lebih lambat pada Oktober 2021.

Melihat ke masa lampau, kehancuran Wall Street pada 1929, Black Monday pada 1987 dan krisis keuangan pada 2008, semuanya dimulai Oktober atau pada akhir September.

Dapat ditarik kesimpulan, investor harus selalu siap menghadapi segala sesuatu yang bergerak (saham) pada sepanjang tahun terutama Oktober 2021.

5. Benjamin Graham

“Investor individu nyaman dengan Graham harus bertindak secara konsisten sebagai investor bukan sebagai spekulan,"

Sesaat sebelum kematian Graham pada 1976, Graham memberikanpandangannya ketika melakukan wawancara dengan Financial Analyst Journal. Pada kesempatan itu, Graham berbagi wawasan tentang karier selama 60 tahun lebih.

Dari tiga aturan yang diungkapkan, investor individu harus mengikuti aturan nomor 1 sebagai mana kutipan di atas. Graham menuturkan, setiap keputusan yang dibuat investor harus berkaitan dengan penalaran objektif dan impersonal. Hal tersebut menunjukkan investor individu mendapat lebih dari nilai uang terhadap pembelian tersebut.

Spekulan sering mempercayai naluri mereka. Bahkan jika Anda memiliki insting sempurna atau keberuntungan besar, Graham berpendapat itu bukan dasar yang kuat untuk membangun portofolio.

Pada akhirnya itu akan gagal.. Jika Anda ingin membangun di atas tanah yang kokoh, ada banyak aset stabil yang masih menawarkan potensi pertumbuhan yang kuat. Anda mungkin bisa mempertimbangkan.

Warren Buffett

Pasar Saham AS atau Wall Street.Unsplash/Aditya Vyas
Pasar Saham AS atau Wall Street.Unsplash/Aditya Vyas

4. Jeff Bezos

"Diberi peluang 10 persen dari hasil 100 kali, Anda harus mengambil taruhan itu setiap saat. Tapi Anda masih akan salah 9 dari 10. Kita semua tahu jika Anda mengayunkan pagar, Anda akan banyak menyerang tetapi Anda juga akan memukul beberapa home run,”

Miliarder dan Pendiri Amazon,Jeff Bezos, berebut gelar sebagai orang terkaya di dunia selama setahun terakhir. Meskipun jika Bezos kehilangan posisi teratas sebagai orang tetapi kaya dengan kekayaan bersih USD 193 miliar.

Bezos memberikan beberapa wawasan berharga untuk membangun kekayaan Anda. Selain tips memulai usaha dengan mengambil ide bagus, memiliki waktu yang tepat dan mulai membangun usaha tersebut di garasi. Pelajaran terbesar yang bisa Bezor berikan adalah menerima risiko.

Langkah pertama yang dia ambil dalam mendirikan raksasa e-commerce saat ini adalah berhenti dari pekerjaannya. Tindakan tersebut merupakan risiko yang harus ia terima untuk membangun perusahaan.

Saat membangun Amazon, Bezos hanya berpatokan pada buku tetapi bisa saja gagal.

Sebagaimana dalam surat Bezos pada 2015 kepada pemegang saham, tertulis bertaruh pada sesuatu yang Anda lihat bernilai dapat membuahkan hasil. Meskipun selalu ada kesempatan untuk menyerang. Setiap kegagalan merupakan kesempatan untuk belajar, berkeskperimen, dan menyempurnakan strategi.

Jika Anda memutuskan untuk mengambil risiko berinvestasi padah saham, pastikan itu

terukur. Beberapa aplikasi menawarkan “perdagangan fraksional” yang memungkinkan Anda berinvestasi bahkan di saham seharga satu dolar AS.

3. Willian J. Bernstein

“Ada dua jenis investor, besar atau kecil: mereka yang tidak tahu ke mana arah pasar, dan meraka yang tidak tahu apa yang tidak mereka ketahi. Lagi pula, sebenarnya ada tipe investor ketiga (profesional investor) yang memang tahu bahwa dia tidak tahu, tetapi mata pencahariannya bergantung untuk mengetahuinya."

Sebagai ahli saraf dan salah satu pendiri Efficient Frontier Advisors, sebuah perusahaan manajemen investasi, latar belakang Bernstein yang beragam tidak diragukan lagi memberinya wawasan yang unik. Namun, dia jauh dari satu-satunya ahli yang memperingatkan investor untuk menjauh dari siapa pun yang terlalu percaya diri tentang masa depan pasar.

Kutipan Bernstein berasal dari buku pada 2001 dengan judul The Intelligent Asset

Allocator. Hal yang dapat diambil dari kutipan tersebut adalah penting untuk mengakui apa yang tidak diketahui. Ia pun mengingatkan agar pelaku pasar untuk waspada, mampu bereaksi,

Berinvestasi seperti mengendarai banteng. Begitu Anda merasa nyaman dengan ritme

tertentu, Anda akan dilempar. Namun, jika Anda tahu Anda bisa jatuh kapan saja, Anda akan waspada dan lebih mampu bereaksi.

Selanjutnya

Ekspresi spesialis Michael Pistillo (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)
Ekspresi spesialis Michael Pistillo (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

2. Sir John Templeton

"Investor mengatakan, 'Kali ini berbeda', padahal sebenarnya ini adalah pengulangan dari situasi sebelumnya, merupakan ucapan di antara empat kata paling mahal dalam sejarah investasi.

Kutipan ini, yang diterbitkan dalam artikel 16 Rules For Investment Success karya Templeton pada1993 dengan menekankan pentingnya belajar dari kesalahan Anda. Tenpleton ialah miliarder yang berinvestasi di pasar negara berkembang di seluruh dunia.

Itu tidak berarti Templeton berpikir mungkin untuk menghindari kesalahan sepenuhnya. Dalam pikirannya, satu-satunya cara untuk menghindari salah langkah adalah tidak berinvestasi sama sekali. Tetapi dengan tidak berinvestasi akan menjadi kesalahan yang lebih besar.

Sebaliknya, Templeton menyarankan untuk tetap tenang saat Anda melakukan langkah yang salah. Ketimbang mengambil risiko yang lebih besar untuk menggali diri Anda keluar dari lubang, evaluasi situasi, mencari tahu apa yang Anda lakukan salah dan pastikan Anda menghindari jebakan yang sama di masa depan.

Seperti kata pepatah, definisi kegilaan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda. Saat Anda berinvestasi, ingatlah apa yang telah diajarkan ejarah kepada Anda dan terbukalah untuk mencoba berbagai pendekatan.

1. Warren Buffet

"Memanggil seseorang yang aktif trading di pasar saham sebagai investor sama dengan menyebut seseorang yang berulang kali terlibat dalam hubungan satu malam sebagai hal romantis.”

Warren Buffett mungkin adalah raja kutipan investasi yang nakal dan berwawasan luas. Kutipan satu ini khusus diambil dari bukunya, The Essays of Warren Buffett: Lessons for Corporate America .

Buffett dengan bangga berbicara blak-blakan tentang strategi investasi berbasis nilai jangka panjangnya yang telah membantunya mengumpulkan kekayaannya sebesar USD 100 miliar setara Rp1.426,4 triliun.

Buffett sering bercanda periode holding favoritnya adalah selamanya. Misalnya, dia pertama kali membeli saham Coca-Cola pada tahun 1988 dan tidak pernah menjual satu pun.

Untuk berinvestasi seperti Buffett, ambil pendekatan yang lambat dan mantap, bangun dan pegang portofolio perusahaan yang terdiversifikasi dengan model bisnis yang kuat.

Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menggunakan aplikasi yang secara otomatis menginvestasikan uang Anda.

Reporter: Ayesha Puri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel