Simak 4 Tingkat Risiko Mobilitas Agar Tak Tertular Virus Corona

·Bacaan 1 menit

DREAMERS.ID - Saat ini, Indonesia cukup tinggi akan mobilitas masyarakat di masa pandemi terhadap penularan virus corona. Menjelang akhir tahun, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito telah mengatakan masyarakat tidak perlu melakukan perjalanan jika tidak mendesak.

"Saya menghimbau masyarakat, jika perjalanan tidak mendesak, diharapkan tidak melakukannya," tegasnya seperti dikutip dari laman covid19.go.id.

Melansir laman Detik, Wiku juga mengatakan kepada masyarakat untuk perlu mengenali risiko jenis mobilitas dan kegiatan yang dilakukan. Tingkat risiko mobilitas telah dibagi menjadi 4 jenis, berikut diantaranya:

1. Kondisi Risiko Rendah

Kondisi risiko rendah, yakni beraktivitas di rumah dan hanya berinteraksi dengan keluarga inti. Atau melakukan perjalanan singkat dengan kendaraan pribadi bersama keluarga tanpa berhenti selama perjalanan.

2. Kondisi Lebih Berisiko

Kemudian kondisi yang lebih berisiko yakni perjalanan dengan kendaraan pribadi bersama keluarga tanpa melakukan pemberhentian selama perjalanan, interaksi dengan bukan anggota keluarga inti di ruang terbuka, dan mematuhi 3M atau memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

3. Kondisi Lebih Tinggi Berisiko

Lalu kondisi yang lebih tinggi berisiko adalah perjalanan dengan kendaraan pribadi bersama bukan anggota keluarga, perjalanan kereta atau bus jarak jauh, berinteraksi dengan beberapa orang yang bukan keluarga inti di ruang tertutup dengan sebagian besar mematuhi 3M.

4. Kondisi Risiko Tertinggi

Terakhir kondisi risiko tertinggi, yakni penerbangan dengan transit, perjalanan dengan kapal atau perahu, dan berinteraksi dengan orang dari berbagai sumber di ruangan tertutup dengan ventilasi buruk yang sebagian kecil mematuhi 3M.

Berita Lainnya :

Belasan Negara Larang Warga Keluar atau Masuk Inggris Akibat Mutasi Virus Corona

Pernyataan Kedubes Jerman Akui Datangi Markas FPI, Apa Tujuannya?