Simak 5 Fakta dan Mitos Seputar Gerhana Matahari Cincin yang Perlu Kamu Tahu

Salah satu fenomena alam yang selalu menyita perhatian dan ditunggu-tunggu ialah fenomena gerhana matahari cincin. Fenomena ini merupakan keadaan dimana matahari, bulan dan bumi berada di posisi yang tepat segaris. Pada saat yang sama, bulan sedang berada pada titik yang jauh dari bumi. Akibatnya, begitu gerhana terjadi, bulan terlihat hanya menutupi bagian tengah dari matahari. Sedangkan sisi pinggir matahari masih terlihat bersinar menyerupai cincin besar di atas langit.

Gerhana matahari cincin sendiri terjadi minimal 2 kali setiap tahun. Untuk tahun 2020, gerhana matahari cincin akan terlihat pada hari Minggu (21/6). Gerhana matahari cincin bisa kamu saksikan di Indonesia, tepatnya di delapan kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Sama seperti fenomena alam lainnya, gerhana matahari cincin juga tidak terlepas dari mitos-mitos yang berkembang ditengah masyarakat. Beberapa mitos yang berkembang tersebut bahkan dipercayai oleh sebagian besar masyarakat bahwa fenomena ini bukan hanya sekedar fenomena alam biasa, melainkan memiliki makna khusus hingga sisi mistis.

Nah, sebelum menyambut dan melihat fenomena gerhana matahari cincin, ada baiknya kamu mengetahui fakta dan mitosnya. Untuk itu, Fimela.com kali ini akan membagikan 5 fakta dan mitos seputar gerhana matahari cincin yang perlu kamu tahu. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Mitos Gerhana Matahari Cincin

Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin Credit: pexels.com/Joonas

Ada banyak mitos yang berkembang ditengah masyarakat mengenai peristiwa atau fenomena gerhana matahari cincin. Sebagian besar mitos tersebut menghubungkan fenomena alam ini dengan sesuatu yang bersifat gaib. Hal ini menyebabkan ketakutan dan timbulnya prasangka dengan sesuatu buruk yang bisa terjadi akibat kemunculannya. Berikut 5 mitos tentang gerhana matahari cincin yang berasal dari berbagai negara di dunia:

  • Pertama, legenda dari China percaya bahwa fenomena gerhana matahari cincin merupakan kejadian dimana naga langit memakan matahari. Menurut cerita,masyarakat China kuno pun membunyikan berbagai barang agar naga itu kabur. Sebagai catatan, China sendiri telah mencatat fenomena gerhana matahari sejak 4.000 tahun lalu.
  • Kedua, menurut mitologi Hindu, fenomena gerhana matahari cincin terjadi karena ada kepala tanpa tubuh yang ingin memakan matahari. Kepala tersebut milik iblis Rahu yang mencuri ramuan keabadian. Matahari dan bulan melihat tindakan Rahu dan melaporkannya pada Dewa Wisnu. Akhirnya Wisnu memenggal kepalanya. Akibat kesal Rahu terus mengejar matahari dan bulan untuk dimakan.
  • Ketiga, mitos yang paling populer ini percaya bahwa fenomena ini terjadi karena matahari dimakan oleh hewan. Merujuk pada legenda Choctaw yang menyebut ada tupai hitam yang ingin memakan mathara. Smithsonian juga menyebut ada legenda yang menyebut  Kelelawar Abadi atau Jaguar Langit yang memakan matahari sebagai pertanda akhir dunia. Legenda tersebut berasal dari masyarakat Apapocuve-Guran di Paraguay Timur dan Brasil Utara.
  • Keempat, mitos ini berasal dari penyair Yunani Kuno bernama Arkhilokhos dari abad 7 SM yang berkata gerhana matahari merupakan teror dari Dewa Zeus. Gerhana tersebut pernah terjadi di Pulau Paros, Yunani dan akhirnya pulau tersebut kini menjadi tujuan wisata yang populer.
  • Kelima, mitos ini datang dari Togo dan Benin yang meyakini bahwa fenomena alam ini terjadi karena matahari dan bulan sedang berkelahi. Legenda yang berasal dari masyarakat Batammaliba ini pun berharap bahwa matahari dan bulan berhenti bertikai. Akhirnya, masyarakat setempat memaknai fenomena ini untuk saling bermaafan.

Fakta Gerhana Matahari Cincin

Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin Credit: pexels.com/Alex

Selepas membahas mitos yang belum tentu kebenarannya, kamu juga perlu menambah wawasanmu dengan berbagai fakta menarik seputar gerhana matahari cincin. Berbeda dengan mitos, fakta seputar gerhana ini akan lebih berpaku pada penjelasan ilmiah sehingga lebih valid informasinya. Berikut 5 fakta seputar gerhana matahari cincin:

  1. Melansir dari Merdeka.com, wilayah paling barat di Indonesia, Sabang, Aceh, gerhana akan terjadi pada pukul 13.16 WIB. Ini berarti wilayah Aceh akan melihat fenomena gerhana matahari cincin paling awal. Sedangkan di wilayah Papua, yaitu Agats Papua, gerhana matahari cincin akan terjadi paling akhir pada pukul 17.37 WIT.
  2. Kedua, durasi gerhana juga akan bervariasi karena perbedaan waktu pada tiap lokasi. Aceh lagi-lagi akan menjadi wilayah yang memiliki durasi gerhana yang panjang, yaitu selama 2 jam 27 menit 11,1 detik. Sedangkan wilayah Kepanjen, Jawa Timur akan menjadi wilayah yang durasi gerhananya paling sebentar yaitu 3 menit 17,1 detik.
  3. Selain durasi yang berbeda, rupanya ada wilayah di Indonesia yang tidak dapat menyaksikan fenomena ini. BMKG mengatakan bahwa setidaknya ada 83 pusat kota yang tidak dapat menyaksikan fenomena ini. Hal ini bisa terjadi lantaran nilai magnitudo di wilayah ini kurang dari 0 dan salah satunya adalah Jakarta.
  4. Keempat, fenomena ala mini ternyata bisa disaksikan oleh beberapa negara lain di dunia. BMKG menyebutkan setidaknya  Kongo, Sudan Selatan, Ethiopia, Yaman, Oman, Pakistan, India, China, dan Samudera Pasifik juda dapat menyaksikan fenomena ini. Negara-negara ini dapat melihat gerhana matahari cincin lantaran wilayahnya berada di jalur yang akan dilewati gerhana.
  5. Kelima, seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa fenomena ini dapat diamati di Indonesia yaitu di delapan kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Berikut daftar delapan kabupaten dan kotanya:
  • Kota Bengkulu
  • Kabupaten Lebong
  • Kabupaten Rejang Lebong
  • Kabupaten Kepahiang
  • Kabupaten Mukomuko
  • Kabupaten Bengkulu Utara
  • Kabupaten Bengkulu Tengah
  • Kabupaten Seluma.