Simak 6 Hoaks Sepekan, dari Covid-19 sampai Internet

·Bacaan 4 menit
Ilustrasi hoax

Liputan6.com, Jakarta- Beragam informasi beredar di media sosial, dari yang menghibur hingga yang menimbulkan kekhawatiran. Namun sebaiknya kabar tersebut tidak langsung dipercaya, sebelum memastikan kebenarannya agar tidak menjadi korban hoaks.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi yang beredar sepekan di media sosial, dari kerusakan jaringan internet hingga Covid-19. Hasilnya sebagian informasi tersebut terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks yang beredar dalam sepekan:

1. Foto Hiu Makan Kabel Akibatkan Jaringan Internet Telkom Rusak

Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan postingan yang menyebut rusaknya jaringan internet milik Telkom karena dimakan hiu. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak tengah pekan ini.

Salah satu akun yang mengunggahnya ada di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 21 September 2021.

Dalam postingannya terdapat gambar hiu yang sedang memakan kabel di dasar laut. Postingan itu disertai narasi "Kabel penghubung e di caplok hiu dek laut mohon sabar pengguna Indihome dan Telkomsel"

Selain itu akun tersebut juga menambahkan tulisan, "Wkwkkw kukira lalod karena lambatka bayar tagihan wifiku, ternyata ini toh penyebabnya, dasar hiu ga ada akhlak"

Lalu benarkah postingan yang menyebut rusaknya jaringan internet milik Telkom karena dimakan hiu? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com disini.

2. Usai Vaksin Covid-19 Tukul Arwana Alami Pendarahan Otak

Kabar tentang artis Tukul Arwana yang mengalami pendarahan otak usai divaksin Covid-19 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 23 September 2021.

Akun Facebook tersebut mengunggah foto Tukul Arwana yang tengah disuntik vaksin Covid-19 dan gambar pemberitaan Tukul dilarikan ke rumah sakit akibat pendarahan otak.

Akun Facebook tersebut kemudian mengaitkan penyebab pendarahan otak Tukul usai divaksin Covid-19.

"4 hari setelah vaksin , Tukul pendarahan otak .

Joint channel telegram:http://t.me/sahabatoposisi

#sahabatoposisi," tulis akun Facebook tersebut.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 3 kali dibagikan dan mendapat 9 komentar warganet.

Benarkah Tukul Arwana mengalami pendarahan otak setelah divaksin Covid-19? Simak penelusurannya di sini.

3. Vaksin Covid-19 Berbahaya Akibat Fenomena ADE

Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan video terkait potensi bahaya antibody-dependend enhacement (ADE) pada vaksin covid-19. Video itu disebarkan sejak beberapa waktu lalu.

Dalam video yang beredar terdapat penjelasan dari Chairil Anwar Nidom. Dia menyebut vaksin akan semakin ganas menyerang tubuh manusia setelah terkena antibodi, hal ini karena terdapat potensi ADE.

Dalam video juga terdapat narasi "Gimana nasib saudara kami yg udah divaksinasi? ternyata vaksinasi berisiko tinggi"

Lalu benarkah video yang menyebut vaksin covid-19 berbahaya karena adanya potensi ADE? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

4. Vaksin Tak Menjadi Syarat Penerbangan Internasional

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim syarat vaksin tidak ada dalam penerbangan internasional. Klaim tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 September 2021.

Unggahan klaim syarat vaksin tidak ada dalam penerbangan internasional tersebut berupa tulisan sebagai berikut:

"Ternyata tidak ada syarat vaksin dalam penerbangan internasional."

Benarkah klaim syarat vaksin tidak ada dalam penerbangan internasional? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

5. KPK Geledah Rumah SBY dan Temukan Uang Rp 177 Triliun

Kabar tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menemukan uang Rp 177 triliun beredar di media sosial.

Kabar tersebut tersebar lewat sebuah video berjudul "BERITA TERBARU ~ KPK gerak Cepat Geledah Rumah SBY !! Akhirnya kpk Temukan Uang 177 Triliun" yang diunggah salah satu akun YouTube pada Agustus 2021 lalu.

Video tersebut juga disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 22 Agustus 2021 lalu. Akun tersebut menambahkan sebuah narasi.

"Awas kau ye nakutin pak SBY karena aku kerjain aja ya sebenarnya saya 鉂わ笍馃グ馃槝馃懟 SBY demokrasi Demokrat tanggung jawab yah Aku hancurkan kampung Jawa kkkkkkk," tulis akun Facebook tersebut.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali direspons dan 1 kali dibagikan warganet.

Benarkah kabar tentang KPK menggeledah rumah SBY? Berikut penelusurannya.

6. Layanan Internet Mati Total pada 24 hingga 30 September 2021

Informasi tentang layanan internet akan mati total pada 24 hingga 30 September 2021 karena perbaikan jaringan bawah laut beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 21 september 2021.

Akun Facebook tersebut mengunggah gambar berisi narasi sebagai berikut:

"Mulai tanggal 24-30 september jaringan internet bakal mati total..karna ada perbaikan jaringan bawah laut sdalam 20 menter...jadi dgn kaget selama 6 hari gak ada sinyal"

Konten yang yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 1.100 kali dibagikan dan mendapat 37 komentar warganet.

Benarkah layanan internet akan mati total pada 24 hingga 30 September 2021 karena perbaikan jaringan bawah laut? Berikut penelusurannya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel