Simak 6 Hoaks yang Beredar dalam Sepekan, dari Vaksin sampai Presiden Jokowi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Informasi yang beredar di tengah masyarakat tidak semuanya benar, sebab itu kita harus memastikannya terlebih dahulu sebelum percaya. Ini untuk menghindari agar kita tidak menjadi korban hoaks yang dapat merugikan.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi yang beredar di tengah masyarakat, hasilnya sebagian informasi terbukti tidak benar atau hoaks.

Berikut 6 hoaks yang beredar dalam sepekan:

1.Foto Bayi Hasil Modifikasi Genetik Akibat Ibunya Divaksin saat Hamil

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim penampakan bayi modifikasi genetik akibat ibunya divaksin saat hamil. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 9 Oktober 2021.

Unggahan tersebut berupa siaran berita yang menampilkan seorang menunjukkan foto seorang bayi yang memiliki ekor.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Inti dari berita ini bahwa ini bukan pakcin, melainkan modifikasi genetik....😨😨

Bayi ini lahir dengan ekor, mempunyai bulu kurang tau bagian mananya), dan bermata satu. Lahir dari ortu yang mendapatkan suntikan modern dan atau freezer (typo)

..Ya Allah.... Save bumil...Ngeri lheee...."

Benarkah penampakan bayi modifikasi genetik akibat ibunya divaksin saat hamil? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

2. Informasi Satu Sekolah di Afrika Selatan Meninggal Pasca Divaksin

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi satu sekolah di Afrika Selatan meninggal pasca divaksin, informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Berikut isi informasi satu sekolah di Afrika Selatan meninggal pasca divaksin:

"🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️Satu sekolah.. Di Afsel... Meninggal pasca di Vaksin...

Postingan kawan kawan di Berbagai media mnstream di hapus sama BIG TECH... nya SORROS... Cuma bisa di share lewat Telegram...

skarang kita bagi... brantai lewat WA.🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️"

Benarkah informasi satu sekolah di Afrika Selatan meninggal pasca divaksin? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

3. WhatsApp Kumpulkan Dana Jika Pengguna Bagikan Gambar Ini

Beredar informasi di aplikasi percakapan WhatsApp mengenai bayi yang buta dan membutuhkan donasi sebesar USD 200 ribu. Pesan tersebut beredar pada Senin 1 November 2021.

Unggahan tersebut berupa gambar yang memperlihatkan seorang bayi dan ibu. Dalam gambar tersebut juga terdapat narasi berisi ajakan agar pengguna WhatsApp membagikan gambar tersebut . Jika dibagikan, maka pihak WhatsApp akan memberikan donasi bagi bayi yang ada dalam foto itu.

Berikut narasinya:

"Bayi ini lahir dalam keadaan buta dan perlu $200,000 untuk perawatannya sampai dia bisa melihat kembali. Anda, tidak perlu mendonasi satu senpun, tapi pihak WhatsApp akan mengumpulkan dana setiap kali gambar ini dibagikan. Silahkan bagikan

Lalu, benarkah informasi tersebut? Berikut hasil penelusurannya.

4. Benar Kantor Airnav Bandara Sugapa Papua Dibakar KKB

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim kantor Airnav Bandara Sugapa Papua dibakar KKB, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Oktober 2021.

klaim kantor Airnav Bandara Sugapa Papua dibakar KKB tersebut berupa unggahan tautan video, berujudul "Kantor Airnav Bandara Sugapa Dibakar Di Tengah Desingan Tembakan Senjata Papua Makin Mencekam" yang diunggah salah satu akun YouTube pada 30 Oktober 2021.

Kemudian unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Semoga semua kekacauan di Papua segera selesai. Agar semua saudara sebangsa bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala dalam damai"

Benarkah klaim kantor Airnav Bandara Sugapa Papua dibakar KKB? Simak penelusuran hasil Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

5. Video Pengawalan Presiden Jokowi di Prancis

Sebuah video yang diklaim iring-iringan pengawalan Presiden Jokowi saat berkunjung ke Prancis beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 2 November 2021.

Video berdurasi 8 detik itu memperlihatkan iring-iringan sepeda motor yang mengawal rombongan mobil. Sejumlah sepeda motor itu membentuk formasi V di tengah jalan.

Video tersebut kemudian dikaitkan dengan pengawalan terhadap Presiden Jokowi saat berkunjung ke Prancis.

"PENGAWALAN PRESIDEN JOKOWI DI PERANCIS, LUAR BIASA TERHORMAT," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 66 kali ditonton dan mendapat 5 komentar warganet.

Benarkah video tersebut merupakan iring-iringan kendaraan pengawal Presiden Jokowi saat berkunjung ke Prancis? Berikut hasil penelusurannya.

6. Presiden Jokowi Copot Menag Yaqut pada 27 Oktober 2021

Beberapa waktu lalu tersebar informasi mengenai Presiden Jokowi mencopot Yaqut Cholil Qoumas dari jabatan Menteri Agama. Informasi ini disebarkan salah satu akun Facebook pada 27 Oktober 2021.

Unggahan tersebut berupa video dengan berisi beberapa cuplikan dari Yaqut dan beberapa politisi yang lain.

Video tersebut telah 10 ribu1,6 juta kali ditonton, 21 ribu kali disukai dan mendapat 21 ribu lebih komentar dari warganet.

Lalu, benarkah Presiden Jokowi mencopot Yaqut Cholil Qoumas dari jabatan Menteri Agama? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel