Simak Cara Atasi Gangguan Tidur di Masa Pandemi, Salah Satunya Atur Pakaian

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pandemi Covid-19 masih menyelimuti hampir menyelimuti hampir semua negara di dunia. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ini, termasuk di antaranya pemberian vaksin.

Pasalnya, virus Corona ini bukan hanya bisa menggangu kesehatan, tapi juga aspek lain. Seperti hasil sebuah survei global tahunan yang dilakukan Philips terhadap 13 ribu orang dari 13 negara. Mereka menemukan, 70 persen responden mengalami satu atau lebih gangguan tidur sejak pandemi.

Survey berjudul Seeking Solutions: How COVID-19 Changed Sleep Around the World tersebut juga mencatat sebanyak 41 persen responden tidak puas dengan kualitas tidur mereka, meski mendapatkan rata-rata tidur hingga 7,2 jam tiap malam.

Menurut mereka, di negara-negara Asia Pasifik sendiri, sebanyak 71 persen responden mengalami gangguan tidur. Kebanyakan dari mereka terjaga hingga larut karena khawatir dengan pekerjaan atau tantangan finansial dan membaca berita-berita terkait Covid-19 di tempat tidur mereka

Dr. Andreas Prasadja, RPSGT dari Snoring & Sleep Disorder Clinic, RS Mitra Kemayoran Jakarta menyebut gangguan tidur akan menyebabkan peningkatan sel inflamasi atau peradangan dalam tubuh. Pada akhirnya, tubuh jadi lebih mudah sakit dan rentan terpapar virus.

Tempat Tidur

Selama 7 jam live streaming sambil tidur, YouTuber ini dapat keuntungan Rp 200 juta (Sumber: World of Buzz)
Selama 7 jam live streaming sambil tidur, YouTuber ini dapat keuntungan Rp 200 juta (Sumber: World of Buzz)

“Efisiensi tidur dilihat dari total seseorang tidur dibagi jumlah total dia di tempat tidur. Kalau dia di tempat tidur 8 jam tapi tidurnya cuma 5 jam artinya efisiensinya buruk. Kalau di tempat tidur 8 jam dan tidurnya juga 8 jam berarti efisiensinya 100 persen,” kata Andreas dalam acara yang digelar oleh Philips Indonesia secara virtua, beberapa waktu lalu.

“Kalau efisiensinya lebih dari 98 persen, ia lebih kuat terhadap flu,” lanjut Andreas.

Istilah Coronasomnia

Agar kegiatan membaca Anda tidak terganggu, siasati dengan memilih jenis lampu yang disesuaikan dengan tema kamar tidur
Agar kegiatan membaca Anda tidak terganggu, siasati dengan memilih jenis lampu yang disesuaikan dengan tema kamar tidur

Sebuah penelitian menunjukkan, gangguan tidur tidak hanya disebabkan lantaran masalah kejiwaan namun juga asupan nutrisi dalam tubuh.Andreas menyebut coronasomnia sebenarnya hanya istilah yang merujuk pada gangguan tidur pada masa pandemi.

“Coronasomnia lebih disebabkan karena isolasinya, yang bekerja di rumah juga banyak yang mengalami ini. Banyak ahli bilang disebabkan stres atau cemas,” ujarnya.

Monoton

Menurut Andreas, orang-orang yang isolasi, sepanjang hari suasana lingkungannya cenderung monoton. Begitu pula dengan aktivitas yang dilakukan, sehingga ritme sirkadian seseorang menjadi hilang. Hal ini bisa menyebabkan insomnia.

Atur Pakaian

Ia mengungkapkan cara mengatasinya adalah dengan membedakan siang dan malam, mulai dari aktivitas hingga jam kerja.

“Kalau santai jangan santai terus, kerja juga jangan sampai malam. Bila perlu pakaian diatur, jangan pakai piama seharian, pakai daster seharian,” katanya.

Untuk mengatasi gangguan tidur, Andreas juga menganjurkan untuk tidak bekerja di kamar tidur dan mengatur pencahayaan.

Abel Pramudya Nugrahadi