Simak Cara Daftar Analisis Dampak Lalu Lintas Lewat Sistem Si Andalan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (kemenhub) memberikan kemudahan bagi para pengembangan atau kontraktor untuk mengajukan analisis dampak lalu lintas melalui sistem Si Andalan.

Dikutip dari video tutorial penggunaan Si Andalan, Jumat (1/1/2020), langkah pertama yang harus dilakukan oleh pemohon adalah menyiapkan dokumen persyaratan.

Dokumen yang harus disiapkan tersebut antara lain fotokopi identitas pemohon seperti KTP, paspor atau kitas. Kemudian fotokopi legalitas usaha pemohon dan fotokopi akte pendirian perusahaan dan perubahannya dan pengesahan dari Kemenkumham.

Dokumen lain yang harus disiapkan adalah fotokopi NPWP perusahaan dan pemohon, pertimbangan teknis pertanahan dari BPN, izin prinsip penanaman modal, alih fungsi lahan, izin lokasi, site plan, dan surat permohonan.

Langkah selanjutnya, pemohon melakukan login ke sistem Si Andalan dengan email dan password. Setelah masuk, pemohon klik pengajuan baru yang ada di kanan atas.

Di halaman ini, pemohon memilih kriteria bangkitan, kategori dan sub kategori serta kapasitas.

Untuk kriteria bangkitan terdapat rincian bangkitan tinggi, bangkitan sedang dan bangkitan rendah. Sedangkan untuk kategori terdapat pilihan pusat kegiatan, perumahan dan permukiman, infrastruktur dan bangunan lain.

Setelah memilih sesuai rincian, pemohon tinggal klik tombol lanjut yang ada di kanan bawah.

Proses selanjutnya adalah pemohon diminta untuk menuliskan rincian data pengajuan analisis dampak lalu lintas seperti nama proyek dan alamat proyek.

Setelah semua rincian, proses selanjutnya adalah klik tanda simpan yang ada di kanan bawah. Setelah itu, proses berikutnya adalah akan terbit berita acara hasil pembahasan yang wajib dipenuhi oleh pemohon.

Setelah semua proses dilakukan dengan benar, sistem akan menerbitkan surat keputusan persetujuan analisis dampak lalu lintas.

Cukup mudah bukan?