Simak Hal Ini Sebelum Pilih Asuransi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kepergian Vanessa Angel dan sang suami Febri Andriansyah alias Bibi secara tiba-tiba mengejutkan banyak pihak. Vanessa Angel dan Bibi meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Tol Jombang, Jawa Timur pada Kamis 4 November 2021.

Sejoli ini meninggalkan anak semata wayang mereka, Gala, yang baru saja merayakan ulang tahun pertama. Kendati begitu, Bibi sebelumnya mengaku telah mempersiapkan segala kebutuhan Gala pada masa mendatang.

Hal itu terekam dalam tayangan di kanal Ashiap TV. Bibi mengatakan Gala akan menerima warisan dari asuransi mereka jika terjadi sesuatu terhadap keduanya.

"Gala akan dapat warisan dari asuransi kita (Bibi dan Vanessa). Sudah cukup, lah. Gue juga udah nabung segala hal gue siapin buat Gala,” kata Bibi kepada Millen Cyrus selaku pembawa acara tersebut, dikutip Jumat (5/11/2021).

Asuransi memang dikenal sebagai salah satu instrumen yang kerap dipilih untuk mempersiapkan kehidupan pada masa mendatang, termasuk sebagai warisan. Merujuk laman Allianz, asuransi jiwa bisa menjadi salah satu pilihan, meski tidak semua asuransi jiwa bisa dijadikan warisan. Beberapa jenis asuransi jiwa yang bisa dijadikan perencanaan warisan adalah whole life atau unit link.

Dengan menjadikan asuransi sebagai warisan, orangtua sebagai pemilik polis sekaligus tertanggung, dapat menentukan ahli waris atau penerima manfaat dari uang pertanggungan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kapan Sebaiknya Punya Asuransi?

Menurut Windi Teguh, banker dan certified financial planner, seseorang disarankan mulai memiliki asuransi saat membutuhkan dan ketika keuangan keluarga sudah bisa menutupi kebutuhan dasar.

"Ketika sudah bisa menutupi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan maka sangat disarankan Anda mempertimbangkan untuk memiliki asuransi. Baik asuransi kesehatan, jiwa maupun umum semuanya harus disesuaikan juga dengan kebutuhan," kata dia.

Sebelum memilih asuransi, perlu dipahami konsep transfer risiko (transfer risk). Di mana perlindungan diberikan dalam bentuk pengalihan risiko ekonomi dari nasabah atau tertanggung kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung risiko.

Berbagai risiko ekonomi ini dapat berupa sakit atau kebutuhan perawatan, pencari nafkah meninggal dunia, kebakaran pada bangunan, kerusakan mobil karena banjir dan sebagainya.

Dengan mengimplementasikan konsep transfer risk, perusahaan asuransi dapat memberikan sejumlah uang pertanggungan apabila terjadi sesuatu kepada nasabah atau tertanggung sesuai dengan ketentuan pada polis yang dimiliki. Dalam membeli produk asuransi, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Windi menyebutkan, yang pertama yakni harus menyesuaikan produk asuransi dengan kebutuhan dan kemampuan.

"Selain itu, Anda juga perlu mengecek profil dan reputasi perusahaan asuransi yang ingin digunakan. Pastikan bahwa perusahaan tersebut terdaftar di OJK dan memiliki Risk Based Capital (RBC) di atas 120 persen,” ujar Windi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel