Simak Hoaks Seputar Afganistan yang Beredar di Indonesia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Informasi tetang memanasnya kondisi politik Afganistan setelah Amerika Serikat angkat kaki dan Taliban berkuasa beredar dimedia sosial, namun sebaiknya sebelum mempercayai kabar tersebut kita harus memastikan kebenarannya terlebih dahulu agar tidak menjadi korban hoaks.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar Afganistan yang beredar di Indonesia, hasilnya sebagin informasi tersebut terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks seputar Afganistan:

1. Video Taliban Gantung Orang di Helikopter Black Hawk

Sebuah video yang diklaim Taliban menggantung orang di Helikopter Black Hawk beredar di media sosial. Video tersebut salah satunya disebarkan oleh akun YouTube.

Dalam video berdurasi 2 menit itu, tampak seseorang menggantung di sebuah helikopter yang terbang di atas pemukiman. Video itu kemudian dikaitkan dengan Taliban yang menggantung orang di Helikopter Black Hawk.

"HEBOH !! TALIBAN BERHASIL TERBANGKAN HELIKOPTER BLACK HAWK AS SAMBIL GANTUNG ORANG

Beredar video pasukan taliban atau pejuang taliban terbangkan helikopter black hawk amerika serikat (AS). dalam video tersebut di hebohkan karena ada seseorang yang tergantung dengan tali saat taliban terbangkan helikopter.

#taliban

#talibanterbangkanhelikopter

#helikoptertaliban," tulis akun YouTube tersebut.

Benarkah video Taliban menggantung orang di Helikopter Black Hawk? Berikut penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, video yang diklaim Taliban menggantung orang di Helikopter Black Hawk ternyata tidak benar. Faktanya, orang yang berada terlihat seperti digantung helikopter itu adalah pejuang taliban. Pria tersebut sengaja mengikat dirinya dengan tali kekang untuk mengibarkan bendera di kantor gubernur di Kandahar.

2. Jokowi Disebut Berbohong Pernah Pergi ke Afghanistan 40 Tahun Lalu

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi terkait Presiden Jokowi berbohong karena pernah pergi ke Afghanistan dengan mobil pada 40 tahun lalu.

Informasi berupa video ini disebarkan sebuah akun Facebook pada 22 Agustus 2021.

Unggahan tersebut juga disertai narasi yang berbunyi:

"*Ngibulnya Melebihi Dosis Yang Disarankan *bl*s*

*Si Raja Ngibul Bikin Hoax Lagi.....*

馃き馃き馃槉馃槉馃お馃お.

40 tahun yg lalu jokowi ketemu istri presiden Afghanistan Asraf Ghani...

Laaaaah... 40 thn yg lalu jokowi siapaa?? Gak ada yg kenal Diaa!!!

Boro2 istri presiden Afghanistan, lurah lenteng agung aja gak kenal jok0wi !!!馃槀馃ぃ馃槄馃槢馃お馃憥馃憥

Cerita 40 tahun lalu wkt dia nyetir di Kabul, suasana aman. 40 tahun lalu dari 2018 berarti tahun 1978.

Sementara Jokowi lahir tahun 1961. Berarti Jok0wi umur 17 tahun sdh jalan2 ke Afghan dan bahkan nyetir mobil segala. Wowwww!!!

Dimana coba nyari Presiden di dunia ini yg sehebat beliau..................... NGIBULNYA???

Donald Trump...??? Putusssss!Kagak ada apa2nya! Dan....Hanya Kaum Cebong yang Percaya wkwkwkwk....馃き馃槉馃お馃榿馃榿," tulis akun Facebook tersebut.

Benarkah video tersebut Jokowi disebut berbohong karena pergi ke Afghanistan 40 tahun lalu? Berikut penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi terkait Presiden Jokowi berbohong karena pernah pergi ke Afghanistan dengan mobil pada 40 tahun lalu ternyata tidak benar. Faktanya, video pidato Presiden Jokowi tentang Afghanistan 40 tahun lalu tidak utuh.

Presiden Jokowi memang pernah menceritakan pertemuannya dengan istri Ashraf Ghani. Tapi, itu tidak terjadi 40 tahun lalu. Yang disebut Jokowi 40 tahun lalu adalah pengalaman istri Ghani saat hidup di Afghanistan yang damai.

3. Batik Air Jemput WNI di Afghanistan

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi Batik Air menjemput Warga Nasional Indonesia (WNI) di Afghanistan. Informasi tersebut diunggah akun Facebook Dhaffa Lutfim pada 20 Agustus 2021.

Unggahan informasi Batik Air menjemput WNI di Afghanistan, diberi keterangan sebagai berikut:

"Puji Tuhan, Alhamdulilah pemerintah kita sudah mulai evakuasi WNI di Afghanistan 馃嚘馃嚝馃槏馃挭馃憤".

Unggahan tersebut berupa tautaan unggahan akun Twitter @tweetmiliter, pada 18 Agustus 2021 yang memberi keterangan sebagari berikut:

"Dan akhirnya pemerintah Indonesia pun mengirimkan A320neo milik Batik Air untuk mengevakuasi WNI di Afghanistan"

Keterangan akun Twitter @tweetmiliter merupakan bagian dari unggahannya yang berupa unggahan akun Twitter @indoflyer, pada 18 Agustus 2021.

Unggahan tersebut berupa jadwa penerbangan untuk maskapai Batik Batik Air dengan keberangkatan pukul 1:40 am dan kedatangan 9:00am.

Tangkapan layar tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"A320neo Batik Air PK-BDF akan terbang ke Kabul Afghanistan 19 Agustus 2021 untuk menjemput WNI yang ada di sana"

Benarkah informasi Batik Air menjemput WNI di Afghanistan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com informasi Batik Air menjemput WNI di Afghanistan tidak benar.

Maskapai Lion Air Group pun telah menepis kabar akan melakukan penjemputan WNI di Kabul, Afghanistan pasca kota tersebut dikuasai Taliban.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel