Simak Hoaks Seputar Covid-19 Terkini yang Beredar Lewat WhatsApp

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Penyebar hoaks seputar Covid-19 memanfaatkan berbagai saluran komunikasi agar bisa mempengaruhi masyarakat sesuai dengan keinginannya, salah satu aplikasi yang kerap dimanfaatkan untuk menyebar berita palsu tersebut adalah WhatsApp.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar Covid-19 yang beredar lewat WhatsApp, hasilnya sebagian informasi tersebut terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks seputar Covid-19 yang beredar lewat WhatsApp:

1. Mengunyah Cengkeh atau Kayu Manis untuk Meningkatkan Kadar Oksigen

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh, informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Berikut informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh:

"Tolong beri tahu siapa saja yang kadar oksigennya rendah untuk mengunyah cengkeh atau kayu manis. Ini meningkatkan kadar oksigen. Hal ini dibuktikan dengan seseorang yang kadar oksigennya turun menjadi 91 red alert selama 2 atau 3 hari. Mereka tidak bisa mendapatkan rumah sakit atau hotel karantina. Beberapa orang menyuruh mereka untuk mencoba mengunyah cengkeh atau kayu manis & kemudian kadar oksigen meningkat secara bertahap menjadi 95 & sekarang 97/98. Tolong bagikan ini bisa menyelamatkan nyawa. Bahkan alpukat sangat bagus."

Benarkah informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh tidak benar.

Tidak ada penelitian atau bukti yang menunjukkan bahwa kedua zat tersebut meningkatkan oksigen darah atau meredakan gangguan pernapasan.

2. RSPAL Dr Ramelan Surabaya Gelar Vaksinasi Covid-19 pada 16 Agustus 2021

Kabar tentang Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) Dr Ramelan Surabaya, Jawa Timur menggelar vaksinasi Covid-19 pada 16 Agustus 2021 beredar di media sosial. Kabar tersebut beredar lewat pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp.

"Berikut isinya:

Bagi yang belum dapat vaksin Covid-19 1 dan 2 silakan datang ke RSAL untuk ikut vaksin di sana.

Hari/Tanggal : Senin, 16 Agustus 2021

Likasi : RSAL (Tenda depan Fakultas Kedokteran Hang Tuah) Mobil dan motor masuk lewat depan frontage A. Yani

Pukul : 07.00 - selesai

Syarat:

1. Vaksin 1 - KTP asli

2. Vaksin 2 - KTP asli dan surat vaksin ke 1

3. Vaksin ke 1 bukan di RSAL tetap bisa datang

4. Hanya untuk jadwal vaksin ke 2 pas di hari H (Tgl. 16 Agustus) atau yang sudah lewat waktunya vaksin ke 2 tidak boleh ikut

5. KTP Surabaya maupun luar Surabaya tetap bisa datang, tanpa surat domisili

6. Jenis vaksin : Sinovac."

Benarkah kabar tentang RSPAL Dr Ramelan Surabaya, Jawa Timur menggelar vaksinasi Covid-19 pada 16 Agustus 2021? Berikut penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kabar tentang RSPAL Dr Ramelan Surabaya, Jawa Timur menggelar vaksinasi Covid-19 pada 16 Agustus 2021 ternyata tidak benar atau hoaks.

3. Madagaskar Keluar dari WHO Akibat Skandal Covid-19

Kabar tentang Madagaskar keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akibat skandal Covid-19 beredar di media sosial. Kabar tersebut beredar lewat pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp sejak Minggu 16 Agustus 2021.

Berikut isi pesannya:

BREAKING: MADAGASKAR KELUAR DARI ORGANISASI KESEHATAN DUNIA ATAS Skandal COVID-19

Presiden Madagaskar, Andry Ranoelina, telah mengeluarkan negaranya dari Organisasi Kesehatan Dunia. Dia dengan marah berkata:

``Eropa menciptakan organisasi dengan keinginan agar orang Afrika tetap bergantung pada mereka.``

Afrika telah menemukan obat untuk melawan virus Corona tetapi Eropa menganggap mereka memiliki monopoli kecerdasan sehingga mereka menolak untuk mengakuinya.

``Mulai hari ini, kami tidak lagi menjadi anggota Organisasi Kesehatan Dunia.``

“WHO menawari saya 20 juta dolar untuk memasukkan sedikit racun ke dalam obat Covid-19 saya” – Presiden Madagaskar memaparkan WHO

Presiden Madagaskar Andry Rajoelina diduga telah menyatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia, WHO menawarinya $20.000.000 untuk menaruh sedikit racun dalam obat mereka untuk virus corona ketika orang Eropa meretas Obat mereka.

Andry Rajoelina mengatakan: ``Orang-orang waspada, Organisasi Kesehatan Dunia yang kami bergabung dengan berpikir bahwa itu akan membantu kami, ada untuk membunuh orang Afrika.``

“Negara saya Madagaskar telah menemukan obat untuk virus corona, tetapi orang-orang Eropa telah memberi tahu saya usulan $20.000.000 untuk memasukkan racun ke dalam obat ini untuk membunuh teman-teman Afrika saya yang akan menggunakannya. Saya meminta semua orang Afrika untuk tidak menggunakan vaksin coronavirus mereka, karena itu membunuh, datanglah ke Madagaskar Anda yang sakit, negara saya siap menerima Anda dengan antusias, obat kami warna kuning, jangan beli yang warna hijau, salah satu warna hijau berasal dari Eropa, orang Eropa meretas obat kami, mereka telah menaruh racun untuk membunuh hanya orang Afrika seperti yang mereka inginkan dengan vaksin yang kami protes.”

Dia menambahkan:``Tolong bagikan pesan ini karena ini mendesak, mereka meretas obat kami, saya ingin semua orang Afrika mengetahuinya, tolong jangan Anda simpan pesan ini, bagikan!” Dia menyimpulkan.

aobrempongnana.wordpress.com/2020/05/15/who-offered-me-20million-dollars-to-put-a-little-toxic-in-my-covid-19-remedy-madagascar-president-exposes-who

Otoritas yang bertanggung jawab atas CV19..adalah iblis!

Benarkah Madagaskar keluar dari WHO akibat skandal Covid-19? Berikut penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kabar tentang Madagaskar keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akibat skandal Covid-19 ternyata tidak benar. Pemerintah Madagaskar tidak pernah mengumumkan bahwa mereka menarik diri dari keanggotaan WHO.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel