Simak Hoaks Seputar Covid-19 yang Beredar Sepekan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks seputar Covid-19 semakin berkembang meski saat ini penyebaran penyakit yang diakibatkan virus SARS-CoV-2 tersebut menurun di Indonesia, sebab itu kita harus waspada agar tidak menjadi korban informasi palsu tersebut.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi viral seputar Covid-19, hasilnya sebagian informasi tersebut terbukti hoaks.

Simak hoaks seputar Covid-19 yang beredar sepekan:

1. Telepon dari Kemenkes Tanyakan Status Vaksinasi Covid-19

Beredar di aplikasi percakapan pesan berantai terkait telepon dari Kemenkes RI yang bertanya soal vaksinasi covid-19. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak beberapa waktu lalu.

Dalam pesan berantai yang beredar disertai poster dari Kominfo tentang penipuan pesan singkat. Pesan berantai itu disertai narasi:

"Baru saja, teman saya menerima telepon untuk menanyakan apakah dia telah divaksinasi. Jika dia sudah divaksin, tekan 1. Jika dia belum divaksinasi, tekan 2. Akibatnya, dia menekan

1. Ponsel diblokir, dan informasi PayMe dan perbankan online yang sering digunakannya ditransfer.

Semua Orang Perhatian~ Cepat dan teruskan ke lebih banyak orang!

Penipuan gaya baru"

Lalu benarkah pesan berantai yang menyebut ada telepon dari Kemenkes RI yang bertanya pada masyarakat soal vaksinasi covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pesan berantai yang menyebut ada telepon dari Kemenkes RI yang bertanya pada masyarakat soal vaksinasi covid-19 adalah tidak benar.

2. Turki Pesan Vaksin Nusantara 5,2 Juta Dosis

Beredar di media sosial postingan yang menyebut Turki akan memesan 5,2 juta dosis Vaksin Nusantara. Postingan ini ramai dibagikan sejak akhir pekan kemarin.

Dalam postingannya terdapat potongan artikel berjudul "Turki Mau Pesan 5,2 Juta Dosis Vaksin Nusantara"

Selain itu ada juga akun lain yang mengunggah postingan berita serupa pada 25 Agustus 2021. Namun akun tersebut menambahkan narasi:

"Turki Pesan 5,2 Juta Vaksin Nusantara Gagasan dr. Terawan, Mantan Menkes RI.

Sementara Indonesia bekerjasama dgn China akan membangun Pabrik pembuatan Vaksin April 2022.

Yaa Allah...Ngenes amat punya presiden kek gini"

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Turki akan memesan 5,2 juta dosis Vaksin Nusantara? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan yang mengklaim Turki akan memesan 5,2 juta dosis Vaksin Nusantara adalah tidak benar.

3. Mengunyah Cengkeh atau Kayu Manis untuk Meningkatkan Kadar Oksigen

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh, informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Berikut informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh:

"Tolong beri tahu siapa saja yang kadar oksigennya rendah untuk mengunyah cengkeh atau kayu manis. Ini meningkatkan kadar oksigen. Hal ini dibuktikan dengan seseorang yang kadar oksigennya turun menjadi 91 red alert selama 2 atau 3 hari. Mereka tidak bisa mendapatkan rumah sakit atau hotel karantina. Beberapa orang menyuruh mereka untuk mencoba mengunyah cengkeh atau kayu manis & kemudian kadar oksigen meningkat secara bertahap menjadi 95 & sekarang 97/98. Tolong bagikan ini bisa menyelamatkan nyawa. Bahkan alpukat sangat bagus."

Benarkah informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh tidak benar.

Tidak ada penelitian atau bukti yang menunjukkan bahwa kedua zat tersebut meningkatkan oksigen darah atau meredakan gangguan pernapasan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel