Simak Hoaks Seputar Covid-19 yang Beredar di WhatsApp

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- WhatsApp menjadi salah satu saluran komunikasi yang efektif, namun kerap menjadi media untuk menyebebar hoaks. Informasi palsu yang kerap beredar lewat aplikasi percakapan tersebut adalah tentang Covid-19.

Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri informasi hoaks seputar Covid-19 yang beredar lewat WhatsApp, hasilnya sebagian informasi tersebut terbukti hoaks.

Simak kumpulan hoaks tentang Covid-19 yang beredar lewat WhatsApp hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Tulisan dr Siti Fadillah Pengobatan Covid-19 untuk Isolasi Mandiri

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim tulisan mantan Menteri Kesehatan dr Siti Fadillah tentang pengobatan Covid-19 untuk isolasi mandiri di rumah.

Klaim tersebut klaim tulisan mantan Menteri Kesehatan dr Siti Fadillah tentang pengobatan Covid-19 untuk isolasi mandiri di rumah beredar lewat jejaring sosial WhatsApp.

Berikut informasi tersebut:

"*dr Siti Fadillah, dokter jantung dan mantan menteri kesehatan RI"*

Menurut saya cara pengobatan Covid-19 di rumah dengan Isolasi Mandiri

*Pertama kita harus tahu bahwa batuk bukan penyakit utama, demam bukan penyakit utama, tapi itu hanya reaksi tubuh terhadap perlawanan infeksi atau lainnya, termasuk sakit tenggorokan.

*Kalau kita beli obat flu, isinya adalah pereda nyeri tenggorokan, pereda batuk kering, pereda demam, ada pengencer dahak juga kadang kadang

*Dari sini kita belajar, untuk penyembuhan flu diobati sesuai dengan gejala sakitnya apa.Katakanlah Covid-19 gejala sakitnya adalah radang tenggorokan, batuk kering, demam, sesak nafas

*Maka pengobatan nya adalah :

*1. Istirahat Total (ini wajib apapun jenis sakit flu nya, karena virus dilawan oleh antibodi ). Benar-benar istirahat sampai fit, bukan sampai badan terasa enakan. Harus sampai fit, bisa 7 hari istirahatnya.

*2. Suplai vitamin dengan dosis double, kalau saya biasanya kena flu minum Farmaton Vit 2x sehari, Ester C 1000 mg 2x sehari, Madu 5 sendok, Habbats Cair 5 kapsul, Zaitun 3 sendok.

*3. Jika sesak nafas (karena semua jenis flu yang menyerang manusia memang menyebabkan atau dibarengi sesak nafas, apalagi untuk orang yang punya asma seperti saya). Jadi tidak usah heran kalau Covid-19 katanya bikin sesak nafas, karena semua flu memang begitu.*Nah lanjut lagi, kalau sudah sesak nafas, pengobatan yang mujarab adalah dengan alat uap Nebulizer + obat Ventolin cair + cairan infus ( bisa dilakukan sendiri di rumah, sangat mudah dan tidak berbahaya ). Diuapi sehari 3x sampai hilang sesak nafasnya, biasanya 1-3 hari hilang sesaknya seiring dengan semakin membaiknya kondisi tubuh.

*3. Jika batuk ada dahaknya, dengan diuapi ikutan sembuh batuknya, masalahnya dahak akan keluar banyak dan pasti membuat iritasi tenggorokan, sehingga membuat sakit tenggorokan.

*4. Sakit tenggorokan diobati dengan Metyl Predynoasolon dan pereda nyeri nya Asam MaFenamat, biasanya 1 sampai 3x minum sudah sembuh.

*5. Kalau demam tinggal panasnya diturunkan dengan Paracetamol (perlu diingat demam di sini berhubungan dengan infeksi, biasanya infeksi di tenggorokan atau radang tenggorokan). Kalau tidak ada radang tenggorokan yang parah, biasanya tidak akan demam.

*6. Hindari makan buah yang bergetah seperti melon, nanas, semangka. *Makan buah Jeruk saja, jeruk itu bagus.

*7. Selama pengobatan ini, istirahat total dengan mengisolasi diri. Tidak usah mikir kerjaan, tidak usah mikir lain-lain (ini yang akan bantu buat percepat sembuhnya).

*Coba dipelajari cara penyembuhan diatas isolasi di rumah saja. Apakah perlu kalian ke rumah sakit / klinik kalau cuma sakit flu ?

*Tidak kasihan kah dengan para dokter, tenaga medis dan pasien sakit berat lainnya ?

*Resep sederhana tanpa banyak teori, semoga bisa membantu...

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=151577800100017&id=100057433937943&sfnsn=wiwspwa

*Sekilas info. Silahkan mana yg cocok utk pencegahan C19 scr mandiri ????????Kalau ada yg kena covid tdk panik dan tdk harus ke RS kalau memang tdk terlalu parah sesak napas sampai perlu ICU dan ventilator, krn saat ini RS khusus covid semua penuh.

*Bisa diobati sendiri, obat di RS untuk pasien covid seperti ini:

- Antibiotik: azitromycin atau zitrothromax 500 mg diminum 10 hari

- Antivirus: fluvir 75- anti batuk dan kluarin dahak: fluimucil 200mg

- anti radang: dexamethasone 0,5- turun panas: paracetamol, sanmol

- jgn panik, berdoa dan tetap bersyukur, semangat dan gembira, krn Hati yg Gembira Adalah Obat. Selalu percaya dan yakin akan sembuh ????

*Tetap hrs minum multi vitamin C D E Zinc dan usahakan berjemur matahari pagi hari setidaknya 15 menit.

*Silahkan di share ke semua yg membutuhkan, semoga dapat membantu dan cepat sembuh????."

Benarkah klaim tulisan mantan Menteri Kesehatan dr Siti Fadillah tentang pengobatan Covid-19 untul isolasi mandiri di rumah? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tulisan mantan Menteri Kesehatan dr Siti Fadillah tentang pengobatan Covid-19 untuk isolasi mandiri di rumah tidak benar.

dr. Siti Fadillah tidak pernah mengeluarkan tulisan tersebut.

2. Jenazah Covid-19 Jakarta Diangkut Truk Tak Lagi Pakai Ambulans

Cek Fakta Liputan6.com mendapati jenazah Covid-19 Jakarta diangkut truk tak lagi pakai ambulans , klaim tersebut beredar melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

Klaim jenzah Covid-19 Jakarta diangkut truk tak lagi pakai ambulans berupa foto truk berwarna hijau pada bagian depannya terdapat tulisan "MOBIL ANGKUTAN JENAZAH".

Pada foto lainnya terdapat sejumlah orang menggunakan pakaian alat pelindung diri hazmat berwarna putih yang berada dibagian belakang truk bertuliskan "TRUK ANGKUTAN COVID-19".

Kemudian diberi keterangan sebagai berikut:

"Hati -hati......

Kota JAKARTA mengganas .....

Sekarang angkut mayat tidak lagi pakai Ambulance , biar cepet pakai TRUCK muat 12 peti sekaligus...."

Benarkah klaim jenzah Covid-19 Jakarta diangkut truk tak lagi pakai ambulans? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, jenzah Covid-19 Jakarta diangkut truk tak lagi pakai ambulans tidak benar.

Foto yang dijadikan bahan klaim hanya simulasi, bukan kondisi yang sebenarnya.

3. RS Siloam Lippo Karawaci Tutup Layanan Akibat Banyak Karyawan Terpapar Covid-19

Beredar di aplikasi percakapan Whatsapp kabar terkait RS Siloam Lippo Karawaci yang ditutup karena banyak karyawan yang terpapar covid-19. Kabar itu ramai dibagikan sejak awal pekan kemarin.

Dalam pesan berantai yang beredar disebutkan ada 40 karyawan RS Siloam yang terpapar covid-19. Sehingga membuat pelayanan terganggu.

Berikut isi pesan berantai itu selengkapnya:

"Btw sekedar info 馃檵馃徏...ya temen2 Dr Eka bedah syaraf RS Siloam kena Covid , dirawat di Siloam Kelapa Dua. Ada 40 karyawan Siloam yg positif. Anak teman saya kebetulan bekerja disana.

Pak Harijanto: Prof Eka/ spesialis Bedah Otak terkenal: sekarang sudah pake alat bantu nafas/ ventilator dan dirawat di Ruang ICU. Kita bantu DOA : Semoga Prof Eka bisa melewatin Masa Kritis dari Penyakit COVID ini. 馃檹馃徑Mulai hari ini RS Siloam Karawaci ditutup sementara. R Operasi, dr & perawat banyak yg terpapar varian delta. Td sore Dr. Eka sdh intubasi. Tuhan tolong beliau dan tenaga medis lainnya di sana馃檹馃徎馃檹馃徎馃檹馃徎

Teman2 yg biasa melakukan check up di rs tsb bs memikirkan alternatif terbaik."

Lalu benarkah pesan berantai yang mengklaim RS Siloam Lippo Karawaci ditutup karena banyak karyawannya yang terpapar covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, Pesan berantai yang mengklaim RS Siloam Lippo Karawaci ditutup karena banyak karyawannya yang terpapar covid-19 adalah tidak benar.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Simak Video Berikut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel