Simak Hoaks Seputar Vaksin Covid-19

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar vaksin Covid-19 terus beredar di media sosial dengan berbagai macam bentuk, seperti foto, video dan teks. Namun, terkadang informasi tersebut hoaks.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri informasi seputar vaksin Covid-19, hasilnya sebagian informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Berikut hoaks seputar vaksin Covid-19 dalam sepekan hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Guru di Garut Lumpuh usai Divaksin Covid-19

Beredar di media sosial postingan terkait guru di Garut yang menjadi lumpuh usai divaksin covid-19. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang mempostingnya bernama Sri Hardiningsih. Dia mengunggahnya di Facebook pada 19 maret 2021.

Dalam unggahannya terdapat potongan bukti percakapan dengan narasi:

"Guru honorer di Leles Garut jadi lumpuh setelah vaksin ke dua...kpd pemerintah harus wajib bertanggung jawab atas sudah mulai berguguran korban vaksin c.19 rakyat jangan di paksa...sifatnya sekedar sukarelawan.."

Selain itu ia menambahkan narasi: "HALLOO. GUYS SETELAH DI VAKSIN SEORANG. GURU. HONORER DI. LELES. GARUT JADI. LUMPUH...‼"

Lalu benarkah ada seorang guru di Garut yang menjadi lumpuh usai divaksin covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, Postingan yang menyebut ada guru di Garut menjadi lumpuh setelah divaksin covid-19 adalah tidak benar.

2. Anggota AL Australia Alami Efek Samping Berat usai Divaksin Covid-19

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim 80 persen anggota Angkatan Laut (AL) Australia menerima efek samping parah usai divaksin covid-19. Postingan ini ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang membagikannya adalah bernama Marty Huie. Dia mengunggahnya di Facebook pada 10 Maret 2021.

Dalam postingannya terdapat narasi:

“Just received this testimony from a wife of an Australian Navy member.

I have also verified myself that the gentlemen is fact a member of the Australian Navy, which most likely substantiates this statement. Now you decide…”

“80% of Australian navy members who took the vaccine recently have experienced severe side effects the other 20% are mild. They are down about 50% of their members from healthy men and women it’s a bit concerning…”

Atau dalam Bahasa Indonesia

"Baru saja menerima kesaksian ini dari istri seorang anggota Angkatan Laut Australia.

Saya juga telah memverifikasi diri saya sendiri bahwa pria itu benar adalah anggota Angkatan Laut Australia, yang kemungkinan besar mendukung pernyataan ini. Sekarang Anda memutuskan…"

"80% anggota angkatan laut Australia yang mengambil vaksin baru-baru ini mengalami efek samping yang parah, 20% lainnya ringan. Kekuatan mereka turun sekitar 50% dari anggotanya dari pria dan wanita sehat, itu sedikit mengkhawatirkan..."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim anggota AL Australia mengalami efek samping parah setelah divaksin covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, Postingan yang mengklaim anggota AL Australia mengalami efek samping parah setelah divaksin covid-19 adalah salah.

3. Vaksin Covid-19 Sirup untuk yang Takut Disuntik

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut jarum suntik. Klaim tersebut diunggah akun Facecook Arifianto, pada 5 Maret 2021.

Unggahan klaim vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut jarum suntik berupa foto yang berisi botol berlabel putih bertuliskan "VACCINE COVID19" dalam foto tersebut terdapat tulisan "Vaksin Covid19 Dalam bentuk Sirup BAGI Yang Takut Suntik".

Benarkah klaim vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut jarum suntik? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut disuntik tidak benar.

Kementerian Kesehatan telah membatah klaim vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut disuntik, foto label di botol pada klaim hasil editan.

4. Tak Boleh Konsumsi Tape Singkong usai Divaksin Covid-19

Beredar melalui media sosial dan aplikasi percakapan postingan terkait larangan mengonsumsi tape singkong usai divaksin covid-19. Postingan ini ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang mempostingnya adalah bernama Ratih Mayasari. Dia mengunggahnya di Facebook pada 24 Maret 2021.

Berikut isi postingannya:

"Info setelah vaksin Covid-19 2021 buat yg ikutan Vaksin.. Gak boleh makan TAPE SINGKONG

Oh iya, selama 5 bulan tak oleh minum yg mengandung alkohol. Termasuk tape. Ini sangat penting. Krena fungsi vaksin akan hilang total jikalau kita komsumsi alkohol..

Kabarin ke orang tua tersayang, kerabat tercinta.. Thanks"

Lalu benarkah masyarakat yang sudah divaksin covid-19 tidak boleh mengonsumsi tape singkong? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan yang menyebut orang yang telah divaksin covid-19 tidak boleh mengonsumsi tape singkong adalah tidak benar.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Simak Video Berikut