Simak Hoaks Seputar Vaksin Covid-19 Terbaru

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks seputar vaksin Covid-19 beredar di media sosial masih beredar di tengah program vaksinasi. Kondisi ini akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar vaksin Covid-19, hasilnya sebagian informasi tersebut hoaks.

Berikut informasi hoaks seputar vaksin Covid-19 hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. AstraZeneca Punya Arti Senjata yang Membunuh

Beredar di media sosial terkait arti nama dari AstraZeneca perusahaan farmasi asal Inggris dan Swedia yang memproduksi vaksin covid-19. Postingan itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Kezia Maria. Dia mengunggahnya di Facebook pada 25 Maret 2021.

Dalam postingannya terdapat narasi:

"Another meaning of AztraZeneca (Arti Lain dari AstraZeneca) Weapon - Senjata That - Yang Kills - MembunuhTulisan berwarna merah artinya : SADARLAH, KALIAN YANG ...... (Artikan sendiri)"

Selain itu juga terdapat gambar orang yang membawa dus lengkap dengan APD dan juga botol vaksin.

Lalu benarkah AstraZeneca punya arti "senjata yang membunuh"? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan yang menyebut AstraZeneca punya arti "senjata yang membunuh" adalah tidak benar.

2. Vaksin Covid-19 Pfizer Dijual Online di Malaysia

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi vaksin Covid-19 Pfizer dijual lewat sentra dagang online di Malaysia. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Informasi vaksin Covid-19 Pfizer dijual lewat sentra dagang online di Malaysia berupa tangkapan layar halaman sentra dagang online yang menampilkan empat buah botol bertuliskan "COVID-19Coronavirus Vaccine" dengan latar belakang biru bertuliskan "Pfizer", dalam tangkapan layar tersebut juga terdapat tulisan "(Malaysia PFIZER Covid 19 Vaccine" dan harga RM 63.88.

Benarkah vaksin Covid-19 Pfizer dijual online di Malaysia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, menelusuri informasi vaksin Covid-19 Pfizer dijual online di Malaysia tidak benar.

Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH) telah mengkonfirmasi bahwa iklan penjualan online yang melibatkan vaksin Covid-19 Pfizer di media sosial adalah palsu.

3. Vaksin Covid-19 Mandiri Mulai 8 April 2021

Beredar di aplikasi percakapan terkait vaksin covid-19 mandiri yang diadakan mulai 8 April 2021. Dalam pesan berantai disebutkan masyarakat umum bisa mendaftar dengan biaya Rp 600 ribu. Vaksinnya sendiri akan menggunakan vaksin Sinovac.

Berikut isi pesan berantai itu selengkapnya:

"Vaksin mandiri SINOVAC bersama PolarClinic di Surabaya

Didukung oleh KADIN, ASPROKSI, dan DINKES

Umur diatas 18 tahun, Pelaksanaan mulai tgl 8 April

Bertempat di KADIN

Apabila perusahaan telah menjadi anggota KADIN, bisa FREE dengan BPJS.

Apabila umum, biaya 600.000 sdh termasuk swab antigen"

https://polarclinic.id/vaksinVaksin Sinovac mandiri Rp 600.000,-"

Lalu benarkah pesan berantai berisi informasi program vaksin covid-19 mandiri mulai 8 April 2021? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pesan berantai berisi informasi program vaksin covid-19 mandiri mulai 8 April 2021 adalah hoaks.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Sima Video Berikut